ARUSBAWAH.CO - Kalimantan dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dengan hutan hujan tropis yang masih lebat.
Di pulau ini, terdapat berbagai taman nasional yang menjadi pusat konservasi alam penting, mulai dari habitat orangutan, bekantan, hingga ribuan spesies flora dan fauna endemik.
Keberadaan taman nasional di Kalimantan bukan hanya melindungi satwa langka, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan menjadi benteng terakhir dari laju deforestasi.
Berikut beragam kawasan konservasi alam hingga taman nasional yang ada di Kalimantan dengan kekayaan hewani dan hayati di dalamnya.
KALIMANTAN TIMUR
KWPLH Beruang Madu Balikpapan
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan, atau Pusat Beruang Madu, berjarak 23 km dari pusat kota dan menjadi rumah bagi tujuh beruang madu yang tak bisa dilepasliarkan.
Dibangun pada 2004 setelah satwa ini ditetapkan sebagai maskot Balikpapan, kawasan seluas 1,3 hektare ini diakui sebagai salah satu terbaik di Asia.
KWPLH Balikpapan telah menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahun untuk melihat “penjaga hutan” di habitat alami buatannya.
Hutan Lindung Sungai Wain
Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) seluas ±5.000 hektare ini memadukan keindahan hutan dan sungai, terdiri dari hutan primer serta hutan sekunder yang pulih dari kebakaran dan pembalakan liar.
Bagi warga sekitar, HLSW adalah benteng ekologi sekaligus sumber ekonomi, sosial, dan budaya.
Pemanfaatannya mencakup kawasan, jasa lingkungan, dan hasil hutan bukan kayu seperti gula aren, karet, bambu, buah-buahan, sayuran, madu, rotan, dan hasil perairan.
Sejak 2011, seluas 1.400 hektare dikelola masyarakat untuk budi daya tanaman.
Taman Nasional Kutai
Taman Nasional Kutai (TNK) merupakan satu-satunya taman nasional di Kalimantan Timur dan menjadi representasi penting hutan hujan tropis dataran rendah Borneo.
Kawasan seluas 198.629 hektare ini tidak hanya memikat dengan keindahan alamnya, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga air, pusat plasma nutfah, dan habitat orangutan endemik Pongo pygmaeus morio yang kian terancam.
Sejarah kawasan ini bermula dari Hutan Persediaan seluas 2 juta hektare (1934), lalu ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa Kutai (1936), sebelum akhirnya menjadi taman nasional.
KALIMANTAN BARAT
Taman Nasional Betung Kerihun
Taman Nasional Betung Kerihun, dijuluki “surga di perbatasan Malaysia”, membentang seluas 800.000 hektare di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kawasan ini berbatasan langsung dengan Sarawak (Malaysia Timur) serta Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Sintang.
Dengan panorama hutan tropis, sungai berliku, deretan gunung, serta flora-fauna endemik, Betung Kerihun menjadi daya tarik utama bagi para petualang.
Perjalanan menuju kawasan ini biasanya dimulai dari Pontianak menuju Putussibau, lalu dilanjutkan dengan menyusuri Sungai Kapuas dan anak-anak sungainya.
Ditunjuk sebagai area konservasi sejak 1982 dan resmi menjadi taman nasional pada 1992, Betung Kerihun kini menjadi simbol kerja sama konservasi Indonesia–Malaysia.
Bahkan pada 2004, kedua negara mengajukan kawasan ini ke UNESCO sebagai calon situs warisan dunia.




