Kota Bontang turut merasakan dampaknya.
APBD 2025 yang menyentuh Rp3,1 triliun, kini dipangkas menjadi Rp1,9 triliun pada 2026.
Turunnya mencapai 38 persen atau selisih Rp1,2 triliun.
Ini membuat Bontang menjadi salah satu kota dengan penurunan tertinggi di Kaltim.
- Eni Dapat Perpanjangan Izin 20 Tahun di Blok Ganal - Rapak! Estimasi Hasilkan 2 Miliar Kaki Kubik Gas per Hari
- Legislator Senayan asal Kaltim Bicara soal Penetapan Dewan Energi Nasional! Bakal Turut Awasi Transisi Energi di IKN
- Yang Terucap di Diskusi Publik ‘Sipil-Militer dalam Demokrasi’: Dari Penyitaan Buku hingga Lonjakan Anggaran Pertahanan 2025
Kabupaten Kutai Timur
Kutai Timur bahkan mengalami penyusutan yang jauh lebih drastis.
Dari APBD 2025 sebesar Rp9,89 triliun, anggaran 2026 disahkan hanya Rp5,711 triliun.
Penurunan lebih dari 42 persen atau selisih sekitar Rp4,179 triliun.
Kabupaten Kutai Barat
Kutai Barat juga tidak lepas dari tekanan fiskal.
APBD 2025 sebesar Rp4,91 triliun turun menjadi Rp3,51 triliun di 2026.
Selisih Rp1,4 triliun atau penurunan sekitar 28 persen.
Meski tak sedalam Kukar dan Kutim, Kubar tetap harus memangkas berbagai pos belanja layanan dasar.
Kabupaten Berau
Di Kabupaten Berau, APBD 2025 sebesar Rp5,2 triliun menyusut menjadi Rp3,42 triliun pada 2026.
Penurunannya sekitar 34 persen atau selisih Rp1,78 triliun.
Tag



