ARUSBAWAH.CO - Jelang aksi demonstrasi pada 21 April 2026, pagar Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Gedung DPRD Kaltim di Samarinda disulap menjadi “benteng” dengan pemasangan kawat berduri.
Petugas Satpol PP dan pekerja terlihat memasang kawat sejak Minggu (19/04/2026) hingga malam hari, lengkap dengan pelumas oli di beberapa titik.
Fenomena kawat berduri bukan hal baru.
Di berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur, barikade serupa kerap dipasang jelang demo buruh, mahasiswa, atau aksi masyarakat sipil.
Bagi para peserta demo yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai, risiko cedera goresan tajam dan infeksi menjadi ancaman nyata jika tidak antisipasi dengan baik.
Berikut draft panduan praktis yang bisa menjadi referensi bagi peserta aksi di Kaltim maupun daerah lain agar tetap aman dan tertib:
Persiapan Sebelum Turun ke Jalan
- Pantau informasi terkini melalui media lokal, akun resmi polisi, dan koordinator aksi. Kawat berduri biasanya sudah terpasang sejak malam hari sebelum demo.
- Gunakan pakaian pelindung: jaket tebal, celana panjang, serta sepatu bot atau kets yang kuat. Hindari pakaian tipis yang mudah robek.
- Siapkan perlengkapan wajib: sarung tangan kerja tebal (kulit atau karet), kacamata renang/goggle, masker, air bersih, obat antiseptik, dan perban.
- Datang bersama rombongan. Jangan sendirian agar lebih mudah berkoordinasi dan mundur jika situasi memanas.
Saat di Lokasi Aksi: Prioritaskan Keselamatan
- Jangan langsung mendekat ke garis depan jika tujuan utama adalah orasi damai. Amati situasi dari pinggir massa terlebih dahulu.
- Cari jalur alternatif atau negosiasi dengan petugas. Banyak aksi berhasil tanpa harus memaksa mendekati barikade.
- Hindari dorong-dorongan massa yang bisa mendorong orang ke kawat berduri. Selalu jaga posisi di area terbuka atau pinggir kerumunan.
- Tetap tenang dan komunikasikan dengan koordinator lapangan. Panik hanya akan memperburuk kondisi.
Cara Melewati Kawat Berduri (Hanya Jika Terpaksa dan Secara Massal)
Dari beberapa kejadian aksi sebelumnya di berbagai daerah, beberapa massa berhasil melewati barikade dengan cara kolektif:
- Injak kawat secara bersama-sama dan serentak dengan hitungan. Lapisi terlebih dahulu dengan spanduk atau kain tebal agar tidak lengket di sepatu.
- Perhatikan titik lemah di pagar samping atau area yang pengawasannya lebih longgar.
- Hindari menarik atau memanjat sendirian karena risiko goresan dalam dan infeksi sangat tinggi.
Peringatan: Menerobos barikade secara paksa dapat dianggap ricuh dan berujung bentrok atau penangkapan. Hak unjuk rasa dilindungi undang-undang, namun tetap wajib menjaga ketertiban umum.
Keselamatan Tambahan Selama dan Setelah Aksi
- Jika gas air mata dilempar, mundur melawan arah angin dan segera bilas mata serta wajah dengan air bersih.
- Setelah aksi selesai, periksa seluruh tubuh untuk luka gores dan bersihkan dengan antiseptik.
- Selalu prioritaskan keselamatan diri dan teman-teman. Aksi damai jauh lebih efektif daripada konfrontasi yang berujung cedera.
Pemasangan kawat berduri di Kaltim kali ini menjadi pengingat bahwa pengamanan aksi demonstrasi semakin ketat.
Bagi peserta demo, persiapan matang dan sikap bijak menjadi kunci agar suara aspirasi tersampaikan tanpa korban luka sia-sia.
Demo 21 April di Samarinda dipusatkan di dua titik utama: Kantor Gubernur Kaltim dan Gedung DPRD Provinsi Kaltim. Aparat gabungan disebutkan siap dengan ribuan personel untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun sebagai panduan keselamatan netral. Peserta demo diharapkan menjaga aksi tetap damai dan tertib demi demokrasi yang sehat
(pra)
- Tanggapi Aksi Demo 21 April, Rudy Mas’ud Sebut Kantor Gubernur Dibuka 24 Jam, 19 April Bertolak ke Jakarta
- Kabiro Kesra Jawab Tuduhan Soal Travel Tertentu di Program Gratispol Umrah: Buka Terang Data untuk Transparansi
- Bambang Widjojanto - Sudarno Bicara Soal Demo Kaltim, Castro: Itu Corong Pemerintah
- Yang Dilakukan Inspektorat Samarinda Soal Sewa Mobil Defender, Ada Kemungkinan Masuk Ranah Pidana?




