Ia juga mengungkapkan bahwa insiden tersebut berdampak psikologis terhadap keluarganya yang masih mengalami trauma hingga kini.
"Ini jelas tindakan premanisme. Padahal, salah satu fokus utama kepolisian saat ini adalah memberantas aksi preman. Tapi kenapa penanganan kasus ini malah berlarut-larut dan terkesan tidak tegas?" ucap Indra.
Saat dikonfirmasi pihak jurnalis, Kanit Pidum Satreskrim Polres Berau, Ipda Sunarto, enggan memberi keterangan lebih lanjut dan meminta awak media menghubungi Humas Polres Berau.
"Silakan konfirmasi ke bagian humas," ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengaku sedang berada di Balikpapan. Ia berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut setibanya di Berau.
"Saya masih di Balikpapan. Nanti setelah kembali ke Berau akan saya cek sejauh mana perkembangannya," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, sejumlah orang tak dikenal sempat mendatangi rumah Indra Teguh tanpa izin. Aksi ini diduga berkaitan dengan pemberitaan soal dugaan aktivitas tambang batu bara ilegal di wilayah Berau yang diungkap media. (pra)
Tag



