Baca juga:
- Cerita Syarli Baizura, Gadis Samarinda yang Pernah ke Disneyland Hongkong Karena Juara, Kini Jadi Juara 1 Lagi Kaligrafi Nasional
- Akademisi Unmul Jengah soal Dugaan Solar Murah Pertamina: Ini Karpet Sepanyol, Separuh Nyolong
- Sastraloka 2025: Saat Puisi Tak Lagi Sekadar Kata, tapi Ruh yang Hidup di Kalimantan Timur
Suara Pedagang: “Harapannya, Eceran dan Grosir Benar-Benar Dipisah”
Salah satu pedagang pakaian eceran, Siti (nama samaran), mengaku masih mengingat masa relokasi ke Segiri Grosir, di mana pedagang butik eceran ditempatkan berdekatan dengan pedagang grosir besar.
Kondisi tersebut membuat banyak pedagang kecil gulung tikar karena kalah bersaing.
“Banyak yang tutup karena nggak sanggup bersaing. Kami harap di Pasar Pagi baru nanti bisa tertata rapi, ecer dan grosir benar-benar dipisah,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).
Siti, yang memiliki empat lapak, berharap sistem undian penempatan nantinya memperhatikan pedagang dengan lebih dari satu lapak agar tidak terpencar di lantai berbeda.
“Kami harap yang punya lapak lebih dari satu bisa ditempatkan berdekatan, biar nggak repot jualannya,” tambahnya.




