ARUSBAWAH.CO - Dalam rangkaian kegiatan Sastraloka 2025, Tirtonegoro Foundation menggelar Lokakarya Penulisan Puisi bertema “Korrie, dan Membaca Tragedi dalam Tubuh Puisi.”
Kegiatan ini berlangsung di Samarinda dan menghadirkan Novan Leany sebagai narasumber utama, dengan peserta dari berbagai komunitas sastra Kalimantan Timur.
Novan Leany: Menulis Puisi Adalah Menyelami Tubuh dan Ruh Bahasa
Dalam paparannya, Novan Leany menegaskan bahwa menulis puisi bukan sekadar bermain kata, melainkan proses mendalam untuk menyelami tubuh dan ruh bahasa.
Ia mengutip pandangan Iman Budhi Santosa yang mengatakan, “Menulis puisi itu tidak sulit, tetapi menjadi penyair tidak gampang.”
Menurut Novan, penyair sejati adalah mereka yang mampu menggali pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual dari kehidupan pribadi maupun sosialnya.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan puisi terletak pada kesadaran terhadap bahasa, bunyi, imaji, dan makna.
“Puisi yang baik bukan hanya enak dibaca, tetapi juga meninggalkan gema dalam diri pembaca,” ujarnya.




