Ia menyadari meliput isu lingkungan bukan perkara mudah karena membutuhkan pemahaman khusus, biaya tinggi, dan memiliki risiko.
"Tapi saya kira sebagai jurnalis kita berusaha menggerakkan sesuatu di masyarakat dan bumi tempat kita hidup. Kita perlu menggerakkan semua orang untuk lebih sadar soal lingkungan hidup, penyelamatan SDA, atau bergerak untuk tindakan iklim," ujarnya.
Ia berharap SIEJ Simpul Kaltim dapat menjadi wadah bagi jurnalis untuk belajar dan tumbuh bersama dalam mengawal isu-isu lingkungan di Kaltim.
"Semoga dalam organisasi ini kita bisa belajar bergerak dan tumbuh bersama, serta menghidupi organisasi ini dengan riang gembira," tutupnya. (red)
Baca juga:
- Rapimnas dan HUT ke-9 SMSI, Soroti Tantangan Media Siber hingga Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
- Laporan Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: 80 Persen Jurnalis Pernah Lakukan Swasensor
- Mahkamah Agung Paksa PUPR, Wajib Buka Dokumen Bendungan Sepaku Semoi & Intake Sepaku
- Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Menurun, 67% Jurnalis Pernah Alami Kekerasan
Tag




