"Seluruh rekomendasi yang sebelumnya menjadi catatan sudah kami verifikasi. Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan semuanya telah dipenuhi," ujar Abdul Rohim.
Ia menjelaskan, perhatian DPRD sebelumnya sempat tertuju pada potensi penyempitan jalur atau bottleneck di area pintu keluar terowongan.
Kekhawatiran itu muncul karena arus kendaraan yang keluar berpotensi menumpuk pada titik tertentu.
Namun, Pemerintah Kota Samarinda disebut telah melakukan langkah antisipasi dengan memperlebar akses jalan di area tersebut.
"Perbaikan akses keluar sudah dilakukan, sehingga potensi kemacetan yang dulu dikhawatirkan kini tidak lagi signifikan," katanya.
Dengan berbagai penyempurnaan yang telah dilakukan, DPRD menilai terowongan tersebut secara fisik sudah siap digunakan masyarakat.
Karena itu, mereka berharap proses administrasi yang masih berlangsung dapat segera dituntaskan. Sebab, semakin lama fasilitas publik yang telah selesai dibangun tidak dimanfaatkan, semakin besar pula pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.
Tag



