Ketegangan semakin meningkat, namun yang lebih mengejutkan adalah reaksi para sandera.
Mereka mulai menunjukkan simpati terhadap para perampok, bahkan membela mereka di hadapan polisi dan media. Salah satu sandera, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Swedia saat itu, menyatakan bahwa ia lebih takut akan serangan polisi daripada ancaman dari para perampok.
Setelah enam hari, polisi berhasil membebaskan para sandera tanpa ada yang terluka serius.
Namun, fenomena psikologis yang muncul selama peristiwa tersebut menarik perhatian para ahli. Nils Bejerot, seorang kriminolog dan psikiater Swedia, menciptakan istilah "Norrmalmstorgssyndromet" (Sindrom Norrmalmstorg) untuk menggambarkan reaksi para sandera yang menunjukkan ikatan emosional dengan para perampok.
Nama ini kemudian dikenal secara internasional sebagai Sindrom Stockholm. (pra)
Tag




