Arus Politik

Teriak-Teriak Kader NasDem Kaltim Marah Ke Tempo Soal Karikatur Surya Paloh

Kader NasDem Kaltim Ikut Protes Berita Majalah Tempo

Rabu, 15 April 2026 20:42

ORASI - Puluhan kader partai NasDem Kaltim berkumpul di halaman kantor DPW NasDem tuntut pemberitaan majalah tempo/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Kader NasDem memprotes pemberitaan Majalah Tempo dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dan sampul yang menampilkan karikatur Surya Paloh.

Atas dasar itu, puluhan kader Partai NasDem Kalimantan Timur (Kaltim) ikut menggelar aksi protes di depan Kantor DPW NasDem, Jalan Wahid Hasyim II, Samarinda, Rabu, (15/4/2026) sore.

Aksi itu bukan hanya terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

NasDem Kaltim juga yang ikut mempersoalkan pemberitaan majalah tempo itu.

Aksi itu jadi bentuk keberatan atas pemberitaan majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang dianggap merugikan partai besutan Surya Paloh tersebut.

Puluhan Kader Nasdem Kaltim Turun ke Jalan, Bawa Spanduk Tuntutan 

Pantauan Arusbawah.co di lapangan, terlihat puluhan kader NasDem Kaltim yang didominasi mengenakan baju biru tua berkumpul di halaman kantor NasDem Kaltim sejak siang hari.

Kader NasDem Kaltim membawa spanduk berisi tuntutan, mulai dari desakan permintaan maaf hingga klarifikasi dari redaksi Tempo.

Dilihat redaksi Arusbawah.co dalam postingan Instagram @majalah.tempo, sampul edisi pekan ini menampilkan karikatur Surya Paloh dengan kemeja putih tanpa jas dan sepatu.

Visual itu dinilai memperkuat narasi pemberitaan Tempo yang dianggap menyudutkan Partai NasDem.

Isi Laporan Tempo Picu Kontroversi

Kontroversi makin ramai setelah isi pemberitaan Tempo menyebut adanya usulan dari Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra kepada Surya Paloh untuk menggabungkan dua partai NasDem dan Gerindra sekaligus.

Ide itu dituliskan di pemberitaan majalah Tempo dalam pertemuan keduanya di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026 lalu.

Namun, kader NasDem Kaltim menilai keseluruhan laporan itu tidak disajikan secara utuh.

Pernyataan DPW NasDem Kaltim

Sikap DPW NasDem Kaltim dibacakan langsung oleh Bendahara DPW, Saefuddin Zuhri, di hadapan massa aksi.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keberatan keras terhadap isi pemberitaan.

“Keberatan keras dan penolakan tegas atas pemberitaan yang kami nilai tidak proporsional, tidak berimbang, dan mengandung framing yang merugikan kehormatan Partai NasDem,” tegas Saefuddin yang juga wakil Walikota Samarinda.

Ia juga mempersoalkan penggunaan judul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang dinilai bukan sekadar kekeliruan redaksional.

“Penggunaan judul tersebut merupakan bentuk konstruksi opini yang menyederhanakan secara keliru, bahkan mendistorsi jati diri Partai NasDem sebagai institusi politik,” ujarnya.

Lebih jauh, Saefuddin menilai narasi dalam pemberitaan itu cenderung menggiring persepsi publik.

“Kami menilai keseluruhan narasi yang dibangun dalam laporan tersebut cenderung insinuatif, menggiring persepsi, dan berpotensi menyesatkan publik,” katanya.

NasDem Singgung Etika Pers dan Aturan Hukum&

Menurutnya, pemberitaan yang dinilai menyerang Ketua Umum Surya Paloh juga berdampak pada seluruh kader partai.

“Segala bentuk pemberitaan yang secara tidak proporsional menyerang atau menggiring opini negatif terhadap beliau, bukan hanya menyasar individu, tetapi juga melukai kehormatan seluruh kader Partai NasDem di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur,” ucapnya.

DPW NasDem Kaltim juga mengingatkan bahwa kebebasan pers tetap memiliki batas tanggung jawab.

Mereka merujuk Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat.

Selain itu, mereka menyinggung Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 ayat (1), yang mewajibkan pemberitaan disampaikan secara akurat, berimbang, dan tanpa itikad buruk.

“Dalam hal terjadi pemberitaan yang merugikan, pihak yang dirugikan memiliki hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Saefuddin.

Tiga Tuntutan Tegas NasDem Kaltim

Atas dasar itu, DPW NasDem Kaltim menyatakan tiga tuntutan. 

Pertama, menolak isi dan framing pemberitaan Majalah Tempo.

Kedua, menuntut klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada Ketua Umum Surya Paloh dan Partai NasDem.

Ketiga, membuka kemungkinan menempuh langkah hukum jika tuntutan tidak direspons.

“Apabila hal ini tidak direspons secara patut, maka DPW Partai NasDem Kalimantan Timur akan mempertimbangkan langkah-langkah sesuai mekanisme hukum dan etika pers yang berlaku,” ujarnya.

Kader Tegaskan Tetap Solid

Di sisi lain, kader NasDem Kaltim menegaskan tetap solid terhadap kepemimpinan Surya Paloh.

Mereka juga mengklaim tidak akan terpengaruh oleh narasi yang dianggap tidak berbasis fakta.

“Kami akan terus menjaga kehormatan Partai dan Ketua Umum kami dalam koridor hukum, etika, dan demokrasi,” demikian ucap Saefuddin.

(wan)

 

 

Tag

MORE