Arus Publik

Terekam Kamera Trap: Burung Kuau Kalimantan Menari di Lantai Hutan

Gerakan lenggok sayapnya menginspirasi tarian adat

Rabu, 12 November 2025 1:5

BURUNG KUAU - Burung Kuau Kalimantan/ Doc. Conservation Action Network (CAN)

Secara global, burung kuau Kalimantan masih tercatat berstatus Vulnerable (Rentan) menurut IUCN.

Namun bagi para ahli lapangan, kategori itu sudah tak cukup menggambarkan kondisi sebenarnya. Populasinya menurun cepat, dan banyak area hutan yang dulu menjadi habitatnya kini berubah fungsi.

“Sampai sekarang tidak ada lembaga yang meneliti populasi kuau secara serius. Kami menduga statusnya seharusnya sudah naik menjadi Endangered. Jika tidak segera dibuat rencana konservasi, kita akan kehilangan mereka,” tegas Paulinus.

Kuau memiliki ketergantungan tinggi terhadap tutupan hutan utuh. Sekali habitatnya rusak, mereka enggan berpindah ke kawasan yang lebih terbuka. Ini menjadikannya spesies indikator: jika kuau masih ada, maka hutan masih sehat.

Namun ancaman terus datang. Aktivitas penebangan liar, perburuan, dan pembukaan lahan ilegal masih terjadi di pinggiran Sungai Lesan. Hutan lindung ini berfungsi sebagai benteng terakhir — bukan hanya bagi kuau, tapi juga bagi orangutan, owa, dan beragam spesies endemik Kalimantan. Ketika ekosistem hulu rusak, air Sungai Kelay di hilir pun kehilangan kualitasnya.

Hutan Lindung Sungai Lesan menjadi filter alami air. Di hilir, kawasan sudah banyak berubah jadi perkebunan dan tambang. Jadi, menjaga Lesan berarti menjaga kehidupan banyak orang,” kata Paulinus.

Harapan dari Kamera Jebak

Setiap kali kamera jebak CAN menampilkan citra burung kuau yang membuka sayapnya, para forest guardian tersenyum.

Bagi mereka, setiap rekaman adalah bukti bahwa hutan masih bernapas. Meski jumlahnya tak banyak, kemunculan satu individu saja cukup memberi harapan.

Paulinus menyebut, kini pihaknya tengah berupaya memperkuat riset dan advokasi perlindungan kuau. “Kita butuh kolaborasi lintas lembaga. Jangan tunggu sampai genting baru mulai bertindak. Kuau bukan sekadar burung, tapi simbol keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Di senja Sungai Lesan, suara serangga memudar, kabut turun di antara batang pohon. Di kejauhan, seekor burung kuau kembali membersihkan tanah di lantai hutan — menyiapkan panggungnya sendiri. Mungkin ia akan menari malam ini, di tengah sunyi, di hutan yang masih bertahan melawan waktu.

Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co

(pra)

 

Tag

MORE