“Kalau prinsip musyawarah dan saling ridha dijaga, insyaallah keluarga akan langgeng. Tidak semua hal harus sempurna, yang penting ada usaha untuk memahami satu sama lain,” katanya.
Lebih dari Sekadar Tren
Setiap bulan, rata-rata KUA di Samarinda melayani hingga 50 pasangan calon pengantin, tergantung musim pernikahan seperti Ramadan atau bulan Maulid.
Imran berharap masyarakat tidak hanya melihat Tepuk Sakinah dari sisi viralnya semata. Di balik lirik sederhana, ada pesan mendalam tentang bagaimana cinta harus dijaga dengan nilai-nilai agama dan komunikasi yang sehat.
“Negara tidak mengatur cinta, tapi membantu agar cinta berjalan dengan nilai yang benar. Dan Tepuk Sakinah hanyalah salah satu cara untuk mengingatkan itu,” pungkasnya. (isa)
Baca juga:
- Kedua di Indonesia Timur, RSUD AW Sjahranie Kini Layani Transplantasi Ginjal! Fasilitas Strata Paripurna
- Rincian 15 Dapur MBG di Samarinda: Lokasi, Anggaran, dan Pihak Penanggung Jawab
- Teruntuk 2.857 Pedagang Pasar Pagi, Pemkot Mau Sosialisasi Penempatan Lapak di 17 Oktober! Simak Suara Pedagang Diungkap ke Pewarta
Tag




