Menurutnya, Tepuk Sakinah hanya dianjurkan dalam sesi pembinaan atau bimbingan perkawinan.
Tujuannya semata untuk menyegarkan suasana pelatihan yang bisa berlangsung seharian penuh.
“Esensinya tetap pada pemahaman makna lima pilar keluarga Sakinah,” tegas Imran.
Banyak Calon Pengantin Sudah Hafal Sebelum ke KUA
Menariknya, kata Imran, kini banyak pasangan di Samarinda yang datang ke KUA sudah hafal lirik Tepuk Sakinah bahkan sebelum mengikuti pelatihan pra-nikah.
“Ada yang bilang, ‘Pak, saya sudah hafal lagu Sakinah!’ Tapi yang penting bukan hafal lagunya, melainkan paham maknanya. Kalau mereka tahu arti tiap kata, itu lebih bermakna,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, lima pilar keluarga Sakinah menjadi fondasi utama untuk membangun rumah tangga yang kuat. Janji suci (mitsaqan ghaliza) disebut bukan sekadar formalitas, tapi ikrar agung di hadapan Allah.
Tag



