Straight News

Telisik Aliran Hakekok Balakasuta, Mandi Bersama Tanpa Busana Dengan Iming-iming Kehidupan Layak

Rabu, 4 Agustus 2021 5:0

Ilustrasi. (pixabay/vitabello)

Arusbawah.co - Warga Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Cimanggung, Pandeglang, dibuat resah dengan ritual yang sering dilakukan sejumlah orang.

Diduga ritual itu dilakukan oleh Aliran Hakekok Balakasuta. Aliran kepercayaan ini dianggap menyimpang lantaran setiap pengikutnya baik pria dan wanita mandi bersama tanpa mengenakan busana apapun.

Masyarakat kerap kali melihat sebanyak 16 orang pria dan wanita melaksanakan proses ritual tersebut, mandi bersama tanpa busana di penampungan air area kebun sawit PT GAL di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Sontak hal tersebut menghebohkan publik. Warga yang resah langsung melaporkan itu.

Dilansir dari PMJ News, Polres Pandeglang telah mengamankan 16 orang yang melakukan ritual yang tidak lazim dilakukan oleh masyarakat tersebut. Terdapat 5 orang wanita, 8 orang pria dan 3 lainya anak-anak.

“Dari hasil pendalaman sementara saat ini, dugaan masih kepada aliran kepercayaan," ujar Kabid Humas Polda Banten, Edy Sumardi.

Selain itu, Polres Pandeglang juga sudah berkoordinasi dengan Bakorpakem yaitu Kejari untuk bersama-sama mengambil langkah antisipasi.

Aliran Hakekok Balatasutak disebutkan sudah ada sejak 2004 dan dibawa oleh S (45), saat ini S sudah meninggal dunia. Kemudian diteruskan kembali oleh anggota keluarga lainnya yakni A (52) hingga saat ini.

A dikenal warga sekitar sebagai sosok pendiam, kurang berosialisasi. Ia juga tak pernah mengikuti pengajian rutin di kampungnya.

Aliran tersebut kini memiliki pengikut yang berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. A merupakan warga asli Bogor, Jawa Barat.

Hamam seorang warga mengungkapkan jika para pengikut ajaran tersebut telah diiming-imingi harta serta kesuksesan dunia dan akhirat oleh pemimpinnya yakni A.

Menurutnya, untuk mendapatkan hal tersebut para pengikut wajib menjalankan perintah termasuk ritual mandi dengan bertelanjang seperti yang beberapa hari lalu terungkap.

"Pimpinan mempengaruhi mereka apakah mereka ingin selamat dunia akhirat dan ingin mendapatkan kehidupan lebih layak, maka harus mengikuti keyakinan tersebut," terang Hamam, di kantor polisi pada Merdeka.com .

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak menyatakan ajaran Hakekok Balakasuta yang berkembang di Pandeglang menyimpang dari agama Islam.

"Masa, ajaran itu mandi bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa busana. Itu ajaran yang menyesatkan," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak Ahkmad Khudori di Lebak dalam laporan Antara.

Ajaran Hakekok Balakasuta dinilai meresahkan masyarakat karena bukan hanya di Pandeglang, namun pernah terjadi di Kabupaten Lebak.

Penyebaran paham sesat tersebut kebanyakan pimpinannya dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi dan mereka menyebarkannya dengan mendatangi perkampungan yang terisolir dengan jumlah penduduk relatif kecil.

Biasanya, kata dia, perkampungan terisolir sangat tertutup dari warga lainnya juga pemahaman agama Islam cukup minim.

Tag

MORE