Menurut dia, capaian saat ini baru sekitar 60 persen, sedangkan target pemerintah adalah mencapai 100 persen pada akhir 2026.
"Hari ini kita rakor swasembada pangan. Kita sudah tiga kali rakor dan ada peningkatan-peningkatan di jumlah produksi pangan. Saat ini sudah 60 persen dan kita ingin akhir tahun 2026 besok 100 persen," kata Seno.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat karena sebagian besar program bergantung pada Kementerian Pertanian.
Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan revitalisasi maupun perhitungan ulang terhadap potensi lahan sawah yang dimiliki.
Hasilnya akan dikirimkan ke pemerintah provinsi sebelum diteruskan kepada Kementerian Pertanian pada akhir Juli 2026 sebagai dasar penyusunan rencana kerja hingga akhir tahun.
Pemerintah Targetkan Tambahan 15 Ribu Hektare Sawah Baru
Seno menyebut kebutuhan lahan produktif saat ini baru sekitar 31 ribu hektare dari total 46 ribu hektare lahan baku sawah yang tersedia.
Untuk mengejar target swasembada pangan, pemerintah menargetkan tambahan sekitar 15 ribu hektare sawah baru hingga akhir 2026.
Tambahan itu berasal dari program cetak sawah seluas 2.300 hektare pada tahun ini dan rencana pembukaan sawah baru sekitar 12.800 hektare.
Empat daerah menjadi prioritas pengembangan, yakni Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.
Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Mulai Disiapkan
Selain membuka sawah baru, pemerintah juga mulai melirik pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai kawasan pertanian.
Meski demikian, ia mengakui pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota tidak memiliki ruang untuk memberikan bantuan keuangan langsung kepada petani.
Menurut dia, seluruh dukungan kepada petani akan berasal dari Kementerian Pertanian dalam bentuk peralatan pertanian.
Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta segera mendata kelompok tani yang membutuhkan bantuan agar usulannya dapat disampaikan kepada Menteri Pertanian dalam waktu satu bulan ke depan.
"Memang kita perlu ada pemanfaatan lahan bekas tambang karena sudah ada contohnya di ABK, di Bakungan. Ini akan kita gunakan sebagai model supaya lahan-lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan sebagai sawah," ujar Seno.
(wan)
Tag




