ARUSBAWAH.CO - Ratusan penggiat seni dan pelestari budaya Kalimantan Timur menggelar aksi damai memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5).
Mereka memulai aksi dengan menggelar seni dan dialog kebangsaan di area Teras Samarinda mulai pukul 10.00 WITA.
Dalam menyampaikan ekspresi seni di ruang publik, sebagian perwakilan massa kemudian diundang masuk ke Kantor Gubernur Kaltim untuk berdialog langsung dengan pemerintah daerah.
Lantaran Gubernur berhalangan hadir, para seniman diterima secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di ruang rapat kementerian setempat.
Kritik Fungsi Taman Budaya yang Bergeser
Dalam dialog tersebut, Pembina Sanggar Seni Panji Keroan Koetai Bersatoe, Awang Irwan Setiawan, menyampaikan keluhan para pelaku seni terkait minimnya ruang berekspresi di daerah.
Salah satu sorotan tajamnya tertuju pada pengelolaan fasilitas Taman Budaya Kaltim.
"Taman Budaya tidak mewakili budaya dari dulu sampai sekarang, cenderung tertutup. Yang ada cuma tahunya hari Sabtu dan Minggu orang kawinan. Kami mau berkreasi, mau tampil secara formal, tidak dapat tempat," kata Awang Irwan di hadapan Sekda.
Menurut Awang, seniman di Kaltim sering kali harus berjuang mandiri tanpa fasilitas yang memadai dari daerah, bahkan saat membawa nama Kaltim ke ajang internasional seperti di Thailand.
Ia berharap pemerintah daerah setidaknya memberikan ruang publik yang bebas digunakan untuk berkreasi agar masyarakat bisa menikmati seni secara langsung.
Tag



