ARUSBAWAH.CO - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Timur tidak hanya berperan sebagai penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga menjadi wadah pengembangan dan pembinaan Al-Qur’an di daerah.
Melalui berbagai program yang dijalankan, LPTQ Kaltim berupaya mewadahi serta memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengembangan Tilawatil Qur’an di Kalimantan Timur.
Pada laman resmi LPTQ Kaltim, terdapat enam program dan kegiatan utama yang menjadi fokus lembaga dalam menjalankan fungsi pengembangan Al-Qur’an.
Program-program tersebut mencakup aspek koordinasi, pembinaan, peningkatan prestasi, hingga penguatan penghayatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
1. Koordinasi Program Kerja LPTQ
Program pertama adalah Koordinasi Program Kerja LPTQ.
Kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk menyinergikan program antara LPTQ provinsi dengan LPTQ kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Timur.
Melalui koordinasi yang baik, berbagai program pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Pentingnya koordinasi juga kerap menjadi perhatian dalam rapat kerja dan evaluasi LPTQ agar seluruh pengurus memiliki visi yang sama dalam meningkatkan prestasi dan kualitas pembinaan Al-Qur’an.
2. MTQ Provinsi
MTQ Provinsi menjadi program yang paling dikenal masyarakat.
Kegiatan ini berfungsi sebagai ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi qari, qariah, hafiz, hafizah, kaligrafer, dan peserta cabang-cabang perlombaan Al-Qur’an lainnya.
Melalui MTQ yang dilaksanakan secara berjenjang, LPTQ Kaltim dapat menjaring peserta terbaik untuk mewakili daerah pada ajang nasional bahkan internasional.
Kaltim sendiri memiliki sejarah panjang dalam MTQ, termasuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional dan melahirkan sejumlah juara berprestasi.
3. Pemberdayaan Huffadh
Program Pemberdayaan Huffadh difokuskan pada pengembangan kapasitas para penghafal Al-Qur’an.
Program ini bertujuan menjaga kualitas hafalan sekaligus meningkatkan peran hafiz dan hafizah dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Keberadaan huffadh menjadi salah satu aset penting dalam pengembangan syiar Islam dan pembentukan generasi Qurani di Kalimantan Timur.
4. Peningkatan Mutu dan Prestasi
LPTQ Kaltim juga menjalankan program Peningkatan Mutu dan Prestasi yang berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an.
Salah satu implementasinya adalah pelaksanaan sertifikasi dewan hakim MTQ dan STQH yang melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota.
Program ini bertujuan menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas penyelenggaraan musabaqah di Kalimantan Timur.
5. Pembinaan Pemahaman Al-Qur’an
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal, LPTQ Kaltim juga mendorong masyarakat untuk memahami kandungan Al-Qur’an melalui program Pembinaan Pemahaman Al-Qur’an.
Program ini sejalan dengan tujuan LPTQ yang tidak hanya mengembangkan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga pemahaman terhadap isi dan pesan yang terkandung di dalam kitab suci tersebut.
6. Penghayatan dan Pengamalan Al-Qur’an
Program terakhir adalah Penghayatan dan Pengamalan Al-Qur’an.
Program ini sejalan dengan visi LPTQ untuk mewujudkan penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Melalui program ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dari misi besar LPTQ dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Menjadi Pilar Pengembangan Al-Qur’an di Kaltim
Enam program tersebut menunjukkan bahwa peran LPTQ Kaltim jauh lebih luas dibanding sekadar penyelenggara MTQ.
Melalui koordinasi program kerja, MTQ Provinsi, pemberdayaan huffadh, peningkatan mutu dan prestasi, pembinaan pemahaman Al-Qur’an, serta penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an, LPTQ Kaltim terus menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan Al-Qur’an dan syiar Islam di Kalimantan Timur. (naa)




