Arus Publik

Sobizz Goes Public

Tak Mau Jumawa, Wadir Umum RS Kanujoso Balikpapan Ungkap Kendala dan Tantangan SIJAKA! Program Satu Pintu Penjaminan Laka

Selasa, 23 Desember 2025 21:22

Wawancara Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Rosjidah Rahmawati/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Program Sistem Satu Pintu Penjaminan Kecelakaan (SIJAKA) telah diuji di Kalimantan Timur.

Program itu digagas Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Rosjidah Rahmawati.

Inisiatif ini muncul sebagai jawaban atas persoalan lama yang terus berulang, ketika korban kecelakaan datang ke IGD tetapi hak penjaminannya tersendat hanya karena urusan laporan polisi.

Masalah Klasik Penjaminan Kecelakaan di IGD

Masalahnya sederhana, tapi dampaknya begitu besar.

Mayoritas pasien kecelakaan datang dalam kondisi darurat.

Mereka langsung dibawa ke rumah sakit yaitu ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), bukan ke kantor polisi setempat.

Sementara sistem penjaminan mewajibkan adanya laporan kepolisian agar biaya perawatan bisa ditanggung.

Akibatnya, pasien yang merasa sudah memiliki BPJS tetap berhadapan dengan risiko tidak dijamin.

RSKD Balikpapan Jadi Rumah Sakit Rujukan Pertama SIJAKA

Oleh karena itu, RSKD Balikpapan menjadi rumah sakit rujukan pertama yang menerapkan SIJAKA.

SIJAKA hadir sebagai solusi cepat yang memutus hambatan administrasi saat nyawa korban kecelakaan dipertaruhkan.

Di rumah sakit inilah, alur penanganan korban kecelakaan dipangkas menjadi satu pintu.

Fokus utama diletakkan pada penyelamatan pasien, sementara urusan administrasi berjalan paralel.

 

Kerja Sama RSKD dan Polres Balikpapan

Saat ini, implementasi SIJAKA sudah berjalan melalui kerja sama antara RSKD Balikpapan dan Polres Balikpapan.

Program ini juga telah memiliki payung kerja sama melalui nota kesepahaman dengan Kapolda Kalimantan Timur.

SIJAKA sudah berjalan. Memang masih di Rumah Sakit Kanujoso dan Polres Balikpapan. Ini sudah MoU dengan Kapolda Kaltim,” ujar Rosjidah saat berbincang dengan wartawan Arusbawah.co, pada Senin (22/12/2025).

Peran Sahabat Laka dalam Sistem SIJAKA

Di lapangan, sistem ini dibantu oleh petugas khusus yang disebut dengan Sahabat Laka.

Sahabat Laka bertugas mendampingi keluarga korban sejak awal penanganan kecelakaan lalu lintas.

Sahabat Laka mengumpulkan data, membuat laporan melalui aplikasi SIJAKA, lalu mengirimkannya secara real-time ke kepolisian.

Dengan cara ini, laporan polisi tidak lagi menjadi beban keluarga di tengah situasi dan kondisi darurat.

Kendala dan Tantangan Perluasan SIJAKA

Namun di balik itu, Rosjidah mengakui, program ini belum sepenuhnya berjalan mulus.

Kendala utama terletak pada perluasan jejaring kepolisian.

Selama ini, kata dia, sistem digital baru terhubung dengan Polres kota Balikpapan.

Sementara pasien kecelakaan yang dirujuk ke RSKD datang dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Timur.

“Kendalanya pasti ada, itu biasa. Rumah Sakit Kanujoso nantinya tidak hanya bekerja sama dengan Polres Balikpapan, tapi dengan Polres di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,” katanya.

Meski belum seluruhnya berbasis sistem, pihak rumah sakit tetap membantu pasien kecelakaan dari luar Balikpapan.

Tim SIJAKA dan Sahabat Laka disebut aktif menjemput bola dengan menghubungi kepolisian setempat, meskipun masih dilakukan secara manual.

Target SIJAKA Hadir di 10 Kabupaten/Kota Kaltim

Ke depan, SIJAKA ditargetkan hadir di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Dalam waktu dekat, RSKD Balikpapan akan menjalin kerja sama lanjutan dengan Polres Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Kerja sama ini akan diperkuat melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKS) dengan Polda Kaltim dan Dinas Kesehatan.

“Kebutuhan pasien ternyata besar. Ini baru uji coba di RSKD saja sudah kelihatan. Makanya perlu kerja sama dengan Polres PPU dan Kukar, lalu nanti dengan Polres lain. Supaya rumah sakit lain juga bisa menggunakan,” jelas Rosjidah.

Jika PKS dengan Polda Kaltim rampung, cakupan SIJAKA berpeluang meluas ke 10 kabupaten/kota.

Namun, implementasinya tetap akan dilakukan bertahap dan efisien.

Evaluasi program SIJAKA dijadwalkan setiap tiga bulan untuk melihat celah dan memperbaiki sistem yang berjalan.

“Tidak bisa langsung semua. Bertahap dulu. Balikpapan, nanti PPU dan Kukar, kemudian kabupaten lain. Setiap tiga bulan kita evaluasi,” pungkasnya.

(sobizz/wan)

 

Tag

MORE