Sri juga menyoroti perlunya latihan rutin.
Ia mendorong BPBD Samarinda dan daerah lain untuk mengadakan simulasi serta pelatihan siaga bencana secara berkala, khususnya menghadapi ancaman hidrometeorologi.
“Bencana jenis ini punya siklus tahunan, lima tahunan, sampai sepuluh tahunan. Kalau datanya jelas dan perencanaannya kuat, maka langkah antisipasi akan jauh lebih efektif,” tegasnya.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Tak hanya pemerintah, Sri menilai keterlibatan masyarakat sangat menentukan.
Pelatihan bagi Satuan Pelaksana (Satlak) di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan disebutnya penting, karena merekalah ujung tombak penanggulangan di lapangan.
“Kalau pola ini konsisten berjalan, ke depan kinerja BPBD akan jauh lebih ringan dan efisien,” tambahnya. (adv)
Tag



