ARUSBAWAH.CO - Siapa sangka salah satu masjid tertua di Indonesia ternyata ada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Namanya Masjid Shiratal Mustaqiem, berada di Jalan Pangeran Bendahara, Samarinda Seberang, Kota Samarinda.
Masjid itu telah berdiri selama 145 tahun dan dibangun sejak abad ke-19 Masehi.
Warga setempat menyebut masjid itu masuk kategori cagar budaya dan dijaga negara.
Diajak Arusbawah.co untuk menceritakan sejarahnya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Masjid Shiratal Mustaqiem, Mas Bar Arianto Bahtiar, mengatakan masjid itu sudah dilindungi undang-undang dan pemerintah kota sebagai warisan budaya.
“Sudah tercantum di dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya saat ditemui di area masjid, Jumat (20/2/2026).
Masjid Shiratal Mustaqiem mulai dibangun pada 1881 Masehi.
Pembangunannya tidak sebentar menurut Mas Bar, prosesnya memakan waktu lebih dari 10 tahun.
Bangunan itu kemudian diresmikan pada 27 Rajab 1311 Hijriah atau 18 Februari 1894 Masehi oleh Sultan Adji Mohammad Sulaiman, Raja Kutai Kertanegara pada saat itu.
Sultan itu juga disebut menjadi imam pertama yang memimpin salat di masjid tersebut.
Dalam rentang sekitar 129 tahun, masjid mengalami perubahan fisik dan perubahan lingkungan sekitar.
Namun bentuk dasarnya masih tetap dipertahankan.
Masjid itu dibangun seluruhnya dari kayu ulin.
Ruang utamanya berbentuk bujur sangkar dengan konstruksi rumah panggung berukuran 20x20 meter.
“Kalau tanahnya, kurang lebih satu hektare lebih,” kata Mas Bar.
Arsitektur Kayu Ulin dan Menara Bergaya Yaman-Cina
Dari sisi arsitektur, masjid itu menonjol lewat menaranya.
Menara Masjid Shiratal Mustaqiem mengadopsi gaya arsitektur Yaman yang digabung dengan unsur Cina, lengkap dengan ukiran Kutai di bagian lisplang dan pagar menara.
Tag



