Arus Publik

Tabrak 2 Fender Jembatan Mahakam, PT Mitra Tujuh Samudra Kontrak Rp27,2 Miliar tapi Hanya Ganti 1

PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra Akui Tabrak Dua Tapi Ganti Satu

Kamis, 8 Januari 2026 20:52

PROJECT - Data teknis proyek perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam oleh PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra/HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Insiden tabrakan kapal tongkang pengangkut batu bara milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra terhadap dua fender atau dolphin Jembatan Mahakam pada 16 Februari 2025 menyisakan persoalan serius yang hingga kini belum sepenuhnya beres.

Dua fender pelindung pilar jembatan roboh dan tenggelam ke dasar Sungai Mahakam.

Namun, dalam proses pertanggungjawaban dan perbaikannya, PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra hanya melakukan penggantian satu fender, meski mengakui telah merusak dua unit.

Fender Jembatan Mahakam Hilang, Risiko Keselamatan Meningkat

Peristiwa itu terjadi di jalur sungai tersibuk di Kalimantan Timur, yang setiap hari dilalui tongkang batu bara.

Fender atau dolphin berfungsi sebagai pelindung utama struktur jembatan dari benturan kapal.

Ketika dua unit tersebut hilang, risiko terhadap keselamatan jembatan dan pelayaran otomatis meningkat.

Sejak Februari 2025 hingga awal 2026, kondisi ini praktis dibiarkan tanpa perlindungan penuh.

Kontrak Rp27,2 Miliar untuk Proyek Perbaikan Satu Fender

Direktur PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra, Bagio, dalam paparannya menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut dan telah menandatangani kontrak pekerjaan perbaikan dengan nilai Rp27.295.983.000 belum termasuk PPN.

Proyek itu diberi nama Proyek Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam, berlokasi di Kota Samarinda, dengan konsultan pengawas PT Awefendi Geostruk Indonesia dan penyedia jasa konstruksi PT Naviri Multi Konstruksi.

Kontrak proyek ditandatangani pada 6 Oktober 2025, dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari.

DED Disetujui Setelah Jeda Hampir Delapan Bulan

Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya jeda waktu panjang hampir delapan bulan sejak insiden hingga desain teknis atau Detail Engineering Design (DED) disetujui pada September 2025.

Bagio menjelaskan keterlambatan itu bukan karena pembiaran.

“Pada dasarnya dari habis terjadinya kejadian penabrakan di Jembatan Mahakam, kita langsung menghadap ke kantor BBPJN dan menyatakan siap bertanggung jawab,” ujarnya dalam RDP dengan DPRD Kaltim pada, Rabu (7/1/2025).

Menurut dia, hambatan utama ada pada tahap desain karena sebelumnya tidak ada desain fender yang siap pakai, sehingga perusahaan harus mencari konsultan dari luar.

Konsultan baru didapat sekitar April 2025 dan proses diskusi teknis dengan BBPJN berlangsung berbulan-bulan hingga DED disepakati.

 

Akui Tabrak Dua Fender, Tapi Hanya Ganti Satu

Meski demikian, keputusan hanya mengganti satu fender dari dua yang rusak menimbulkan tanda tanya besar.

Dalam pemaparannya, Bagio tetap mengakui bahwa dua fender tertabrak, namun rencana pekerjaan hanya mencakup satu unit dolphin.

Hingga kini tidak ada penjelasan terbuka ke publik soal dasar teknis atau regulasi yang membolehkan penggantian sebagian, padahal fungsi pengaman jembatan seharusnya utuh.

Spesifikasi Teknis Fender Jembatan Mahakam

Dari sisi teknis, proyek ini tergolong pekerjaan berat.

Fender dirancang dengan 12 titik pancang, menggunakan pipa baja diameter 1.100 mm, tebal 22 mm, dengan panjang tiang mencapai 60 meter dari dasar kedalaman sungai.

Lokasi pabrikasi material berada di samping Hotel Harris Samarinda agar lebih dekat titik pemancangan di bawah jembatan Sungai Mahakam.

Metode kerja dilakukan di atas air, dimulai dari tengah sungai ke arah darat, dengan pengawasan surveyor untuk memastikan ketegakan dan presisi pancang.

Progres Pekerjaan Capai 46 Persen per Awal Januari 2026

Hingga 4 Januari 2026, progres fisik proyek dilaporkan telah mencapai 46 persen, melampaui rencana awal sebesar 30 persen, dengan waktu tersisa 106 hari.

Bagio menegaskan pekerjaan pemancangan tidak akan mengganggu lalu lintas kapal di Sungai Mahakam.

“Intinya dalam pengerjaan ini, kami tidak  mengganggu pelayaran atau pengolongan  kapal-kapal yang lewat,” kata Bagio.

Bobot Anggaran Besar, Perlindungan Masih Tak Utuh

Data kontrak menunjukkan porsi terbesar anggaran 35,65 persen, digunakan untuk penyediaan tiang pancang baja, disusul pekerjaan tiang bor beton sebesar 23,386 persen.

Ironisnya, dari total bobot pekerjaan yang rinci dan mahal itu, penggantian hanya satu fender justru berpotensi menyisakan celah risiko jangka panjang bagi jembatan Mahakam.

Sebagai informasi, pekerjaan pemancangan itu baru akan dilakukan pada tanggal 9 atau 10 Januari 2026 besok.

(wan)

 

Tag

MORE