Arus Publik

Jembatan Mahulu Ditabrak, Hasan Mas'ud: Ada yang Nyolong-nyolong Pengolongan

Senin, 5 Januari 2026 20:59

Wawancara Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Rentetan insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam kembali membuka borok lama tata kelola lalu lintas sungai di Kalimantan Timur.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, secara terbuka menyebut kelalaian pihak Pelindo sebagai penyebab utama maraknya insiden yang belakangan kian berulang, termasuk yang menimpa Jembatan Mahulu.

Dua Kali Jembatan Ditabrak dalam Waktu Kurang dari Dua Pekan

Dalam waktu kurang dari dua pekan, tepatnya pada 23 Desember 2025 dan 3 Januari 2026, jembatan yang menjadi penghubung vital itu dua kali ditabrak ponton bermuatan batu bara.

Dua kejadian dalam rentang waktu singkat itu dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan maraknya praktik ilegal di sungai terpadat di Kaltim tersebut.

“Saya kira kelalaian ada. Kelalaian,” kata Hasanuddin Mas’ud akrab disapa Hamas usai menghadiri rapat terpadu bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait penggolongan kapal di Sungai Mahakam, Senin (5/1/2026).

Insiden Terjadi di Luar Jam Pandu Resmi

Hamas menegaskan, pola waktu terjadinya kecelakaan justru memperkuat dugaan adanya pelanggaran yang disengaja.

Ia menyebut, penggolongan kapal sudah memiliki jadwal ketat dengan jam pandu yang jelas yaitu mulai dai pukul 06.00 Pagi hingga pukul 18.00 malam.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan insiden kerap terjadi di luar jam tersebut.

“Karena dia ada jam-jam pandu pagi dan sore. Accident kadang-kadang subuh, dini hari atau tengah malam. Berarti ada yang nyolong-nyolong pengolongan,” ujarnya.

Pernyataan itu juga menyorot praktik perusahaan-perusahaan kapal tongkang batu bara yang dinilai nekat melanggar ketentuan demi meloloskan muatan, tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan infrastruktur dan masyarakat.

Tag

MORE