Menurutnya, sikap seperti itu justru berpotensi menggiring opini publik dan mengaburkan proses hukum yang sedang berjalan.
“Dari sikap dan pernyataan publik itu, kami menduga memang ada nuansa yang salah di pejabat publik. Kami berharap hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. Hormatilah proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Faisal menegaskan pejabat publik semestinya tidak menjustifikasi persoalan hukum di ruang publik, apalagi lewat media sosial.
“Jangan men-judge, apalagi langsung menjustifikasi proses hukum yang masih berjalan, kemudian menggiring ke opini lain. Hal-hal seperti itu tidak perlu. Biarkan hukum bekerja,” pungkasnya.
(wan)
Baca juga:
- SMA Negeri 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda Transformasi, Targetnya Anak Kaltim Kuliah di Kampus Dunia
- Pemprov Kaltim Berencana Pangkas Anggaran Influencer, Seno Aji: Kita Skip Dulu yang Kurang Penting
- Akui Sempat Ingin Mundur, Sukri Terpilih Lagi Jadi Ketua JMSI Kaltim 2025–2030! Mau Fokus ke Pelatihan dan Kemandirian Media
Tag




