ARUSBAWAH.CO - Seekor Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) jantan bernama Upin ditemukan mati terdampar di perairan Desa Kuyung, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Rabu (5/11/2025) pagi.
Temuan ini kembali menambah daftar panjang kematian mamalia air endemik Sungai Mahakam yang kini populasinya kian kritis.
Kabar kematian pesut ini dibenarkan oleh Danielle Kreb, pimpinan program ilmiah di Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI).
“Ya, betul ada yang mati satu,” ujarnya singkat saat dihubungi wartawan Arusbawah.co pada Sabtu (8/11/2025).
“Kemarin kami menerima laporan kematian pesut Mahakam di wilayah Kawasan Konservasi Perairan Mahakam bagian Hulu,” tambahnya.
Bangkai Upin pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.00 WITA dalam kondisi terdampar di tepi sungai.
Tim RASI yang mendapatkan laporan segera berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela untuk melakukan penanganan cepat.
Nekropsi Dilakukan, Upin Termasuk Pesut Muda
Setelah dilakukan pengukuran morfometri di lokasi, tubuh pesut dibawa ke Stasiun RASI di Desa Sangkuliman.
Sekitar pukul 14.25 WITA, tim dokter hewan bersama BPSPL dan Pokdarwis Pela melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab kematian.
Tag



