“Hasil awal menunjukkan pesut ini berjenis kelamin jantan dan teridentifikasi sebagai Upin, individu muda yang lahir pada Juli 2022,” lanjutnya.
Upin memiliki panjang tubuh 174 sentimeter dan berat 104 kilogram.
Ia termasuk pesut muda yang selama ini rutin dipantau oleh tim RASI melalui program monitoring populasi di perairan Mahakam Hulu.
RASI menyebut penyebab kematian sementara belum dapat dipastikan.
Tim masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel organ dan jaringan yang diambil saat nekropsi.
Namun, kematian pesut di Mahakam hampir selalu berkaitan dengan tekanan aktivitas manusia di sungai yang semakin padat.

Populasi Menyusut Tajam, Mahakam Kian Tertekan
Data Yayasan RASI mencatat, sepanjang 1995–2022, rata-rata terdapat 2–4 ekor pesut Mahakam mati setiap tahun.
Dari jumlah itu, 70 persen kematian disebabkan oleh rengge (alat tangkap ikan tradisional yang membelit), 9 persen karena tabrakan kapal, dan 7 persen akibat paparan racun atau limbah perusahaan.
Namun tekanan terhadap habitat pesut kini jauh lebih berat.
Tag



