Arus Publik

Konflik Lahan Kelompok Tani dan Perusahaan Tambang

Sudah Pasang Plang, Belum Tunjukkan Bukti! Jatam Nilai Ada Pelanggaran di Konflik Tanah PT BBE - Kelompok Tani

Pihak Terkait Disebut Masih Sibuk Jadwal, Tapi Plang Terpasang

Kamis, 16 Oktober 2025 17:51

POTRET PLANG - Potret plang yang terpasang bertuliskan 'Tanah ini Milik PT Bukit Baiduri Energi"/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Pihak dari perusahaan tambang PT Bukit Baiduri Energi (BBE) belum memberikan bukti kepemilikan lahan atas lokasi tanah yang mereka patok dengan redaksi "Tanah Ini Milik PT Bukit Baiduri Energi". 

Lokasi lahan yang dipatok oleh perusahaan itu berada di Kelurahan Loa Bakung, Kota Samarinda. 

Dikonfirmasi redaksi, perwakilan pihak PT BBE, melalui Iwan Setiawan Sugiharto, Project Manager PT CSI Pengamanan PT BBE melalui pesan singkat sebut bahwa persoalan itu bukan ranah yang ia handle, melainkan bagian di deparment lainnya. 

"Sebenarnya ini yang paham bagian Land," tulis Iwan Setiawan. 

Dikonfimasi ulang soal apakah dokumen sudah benar-benar dimiliki perusahaan, Iwan belum menjawab pasti.

Ia menyarankan agar persoalan ini ditanyakan ke pihak terkait, yakni Comdev (Community Development). 

Pertanyaan redaksi soal dasar pemasangan plang "Tanah Ini Milik PT Bukit Baiduri Energi" juga ia sarankan ditanyakan ke bagian tersebut.

Akan tetapi, untuk pegawai yang bekerja di department tersebut, Iwan sampaikan saat ini sedang sibuk dengan jadwal. 

"Sudah saya sampaikan ke mereka, infonya masih sibuk mereka dengan jadwalnya," tulisnya. 

Sementara itu, dari Kelompok Tani Karya Beringin Raya, pihak yang merasa memiliki alas hukum dokumen kepemilikan lahan di lokasi itu, heran dengan apa yang dilakukan pihak perusahaan. 

Disampaikan Ketua Kelompok Tani, Djawa Nicolaus, hal ini adalah kezoliman perusahaan. 

"Mereka sudah zolimi saya, mereka sudah patok dan pasang plang di atas tanah bukan milik mereka. Itu pasang tanah di atas tanah bukan miliknya itu 385 KUHP, penyerobotan," ucapnya dihubungi via telepon. 

Yang ia sesalkan pula, adalah dibawanya aparat untuk pemasangan plang, tetapi tak bisa menunjukkan bukti kepemilikan lahan di lahan tersebut. 

"Selain itu, aparat juga dibawa lagi. Waktu itu puluhan aparat. Hari Sabtu itu, tanggal 27 (September)," kesalnya. 

Djawa menyebut, dirinya terbuka agar pihak perusahaan bisa membahas persoalan ini secara baik-baik saja. 

"Perusahaan ini sudah melibatkan banyak orang, ayo bicara yang baik saja. Kalau perusahaan berkeras, bukan berarti kami tak bisa melawan," katanya. 

Penjelasan Awal Pihak Kelompok Tani 

Diberitakan sebelumnya, sejak akhir September 2025 lalu, lokasi lahan yang diklaim dimiliki oleh masyarakat Kelompok Tani Karya Beringin Raya tiba-tiba dipatok oleh perusahaan tambang, yakni PT Bukit Baiduri Energi

Patok tersebut berdasarkan foto yang dikirimkan oleh Djawa Nikolaus, bahkan sudah tertera tulisan "Tanah Ini Milik PT Bukit Baiduri Energi". 

Yang ia heran adalah soal patok yang dilakukan oleh perusahaan. 

Tag

MORE