ARUSBAWAH.CO - Hingga penghujung Oktober 2025, anggaran program bantuan pendidikan Gratispol senilai total Rp206,9 Miliar belum juga ditransfer oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ke rekening perguruan tinggi penerima.
Padahal, Pemprov sebelumnya menyebut dana untuk program pendidikan tinggi D3, D4, S1 hingga S3 itu akan ditransfer pada minggu keempat Oktober 2025.
Namun sampai hari ini, 30 Oktober 2025, belum ada satu pun dari 52 perguruan tinggi di Kaltim yang menerima dana tersebut.
Padahal Pemprov telah mengumumkan lebih dari 12 ribu mahasiswa lolos sebagai penerima program Gratispol.
Kondisi itu menimbulkan keluhan dari berbagai kampus, terutama dari sisi teknis pengelolaan keuangan.
Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai kampus negeri terbesar di Kaltim dan Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda sebagai kampus swasta, sama-sama mengaku terdampak meski dengan cara berbeda.
Unmul: Cash Flow Kampus Tertahan, Aktivitas Akademik Tetap Dipaksa Jalan
Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, mengakui kampusnya hingga kini belum menerima kejelasan dari Pemprov terkait jadwal pencairan dana.
Padahal kata dia, total anggaran Gratispol yang seharusnya masuk ke Unmul mencapai Rp21 miliar sekitar 10 persen dari total pendapatan PNBP Unmul sebesar Rp245 miliar.
“Unmul sebetulnya punya budgeting dari berbagai sumber, baik dari APBN, rupiah murni, BOPTN, maupun saldo awal dari BLUD dan tuition fee. Tapi tentu kita tetap berharap proses dukungan dana dari Pemprov Kaltim terhadap mahasiswa Unmul yang diumumkan sebagai penerima Gratispol itu bisa segera direalisasikan,” ujar Abdunnur saat ditemui di kampus oleh Arusbawah.co, Rabu (29/10/2025).
Ia menyebut, dari sisi operasional, Unmul memang masih mampu bertahan berkat cadangan dana universitas.
Namun, secara arus kas, kondisi ini jelas menahan pemasukan rutin yang seharusnya diterima sejak awal tahun ajaran baru di bulan Juli.
Tag



