Menurutnya, meskipun aksi ini ditujukan kepada pemerintah provinsi, dampaknya tetap akan dirasakan oleh warga Kota Samarinda.
Oleh karena itu, semua pihak diminta menahan diri agar situasi tetap aman dan terkendali.
Di sisi lain, ia menilai munculnya dukungan donasi untuk aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi yang ada.
Hal itu dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Kalau ada yang merasa belum ada perubahan, wajar mereka menyuarakan aspirasi,” katanya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan agar aksi tersebut benar-benar murni menyuarakan kepentingan masyarakat, bukan ditunggangi agenda tertentu.
“Kita harap ini murni suara rakyat, bukan kepentingan politik,” pungkasnya. (adv)




