Saat Nyawa Didahulukan, Administrasi Dipermudah
Dalam kecelakaan, menit-menit pertama bisa menentukan hidup atau mati. SIJAKA menjadi cara RSKD membalik paradigma lama—bahwa birokrasi tidak boleh menghambat keselamatan.
Inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal empati. SIJAKA memberi ruang bagi korban untuk ditolong tanpa harus memikirkan urusan teknis yang melelahkan. Sebuah model layanan yang menempatkan manusia sebagai pusatnya.
Harapan Menjadi Standar Se-Kaltim
Bagi Rosjidah, SIJAKA bukan hanya program rumah sakit. Ia adalah gambaran masa depan layanan kecelakaan di Kalimantan Timur.
“Kalau bisa, SIJAKA jadi standar layanan kecelakaan di seluruh rumah sakit Kaltim,” harapnya.
Tujuannya sederhana: tidak ada lagi keluarga yang kebingungan di saat mereka paling rapuh. Tidak ada lagi korban kecelakaan yang terhalang administrasi ketika nyawa mereka sedang dipertaruhkan.
Respon Positif dari Pihak Terkait
Kepala Kanwil PT Jasa Raharja Kaltim, Wanda P. Asmoro, memberi dukungan penuh terhadap sistem ini.
“Melalui SIJAKA, kami berharap proses penjaminan bagi korban kecelakaan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.
Motivator dan pendidik nasional, Ary Ginanjar Agustian, juga memberikan apresiasi usai bertemu Rosjidah Rahmawati.
“Ini semua misi mulia yang menjadi kenyataan,” ungkapnya. (sobizz/pra)
Tag




