Arus Publik

Sobizz Goes Public

SIJAKA: Ketika Rumah Sakit di Balikpapan Mencari Cara Menolong Lebih Cepat

Sebuah Cerita Kemanusiaan dari Ruang IGD

Kamis, 27 November 2025 12:8

BERI DUKUNGAN - Dukungan untuk Satu Pintu Penjaminan Laka (SI JAKA) di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Di tengah hiruk pikuk Balikpapan yang kian padat, suara rem mendadak dan dentuman kecelakaan masih menjadi mimpi buruk yang tak pernah benar-benar hilang.

Ketika ambulans membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagian orang mengira perjuangan sudah selesai.

Nyatanya, bagi sebagian besar korban kecelakaan, drama sebenarnya justru dimulai di dalam rumah sakit—bukan di jalan raya.

Ada stigma masyarakat dan ketakutan jika korban kecelakaan tak langsung mendapatkan perawatan penuh, mereka justru berpikir harus berhadapan dengan problem klasik: persoalan administrasi.

Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan aware soal issue ini.

Pihak RSUD akui kerap menghadapi keluhan yang sama: pasien mengira BPJS mereka akan menanggung biaya perawatan, tetapi terhenti di meja administrasi karena kasus kecelakaan memiliki mekanisme penjaminan yang berbeda.

Mereka membutuhkan laporan polisi. Sayangnya, mayoritas pasien tiba dalam kondisi darurat—tidak ada yang sempat, atau bahkan mampu, ke kantor polisi untuk mengurus laporan.

Dari kegelisahan itulah sebuah terobosan lahir.

Ketika Keresahan Menjadi Inovasi

RSKD meluncurkan empat inovasi layanan publik sekaligus, tetapi satu yang paling menyentuh sisi kemanusiaan adalah SIJAKASistem Satu Pintu Penjaminan Kecelakaan.

Program ini merupakan gagasan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKD, Rosjidah Rahmawati.

FOTO BERSAMA - Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKD, Rosjidah Rahmawati (kedua dari kanan)/ Foto: HO to Arusbawah.co

 

Bagi Rosjidah, masalah administrasi bukan sekadar tumpukan berkas, tetapi tembok besar yang berdiri di antara korban kecelakaan dan hak mereka untuk segera ditolong.

“Pasien kecelakaan itu dibawa dulu ke rumah sakit, bukan ke kantor polisi. Jadi pelaporan harus dibuat lebih cepat,” ujarnya tegas.

SIJAKA hadir sebagai jembatan yang menghubungkan rumah sakit, kepolisian, Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, hingga BPJS Kesehatan dalam satu alur digital yang mulus.

Tidak ada lagi proses yang terputus-putus. Tidak ada lagi keluarga yang kebingungan mencari petugas kepolisian di tengah situasi panik.

 

Sahabat Laka: Pendamping di Momen Paling Rapuh

Bayangkan seseorang datang tergopoh-gopoh ke IGD dengan wajah pucat, tangan gemetar, dan pikiran kosong.

Di saat shock masih membungkus seluruh tubuh, mereka dihadapkan pada administrasi yang rumit.

Di sinilah peran Sahabat Laka terasa sangat berarti.

Sahabat Laka adalah petugas khusus yang ditugaskan untuk mendampingi keluarga korban. Mereka mengumpulkan data, membuat laporan melalui aplikasi SIJAKA, lalu mengirimkannya secara real-time ke kepolisian.

Saat dokter dan perawat fokus menyelamatkan nyawa, laporan kepolisian sudah berjalan di belakang layar. Jasa Raharja menerima notifikasi otomatis. Jika kategori kasus tidak masuk penjaminan Jasa Raharja, sistem langsung mengalirkan data ke BPJS.

“Aplikasi ini menangkap dulu pasiennya, merawat dulu, dan laporan dibuat dari rumah sakit,” jelas Rosjidah.

Dengan SIJAKA, rumah sakit bukan hanya tempat perawatan, tetapi tempat di mana beban keluarga ikut dipikul.

APLIKASI - Aplikasi Pelaporan SI JAKA/ HO to Arusbawah.co

 

Saat Nyawa Didahulukan, Administrasi Dipermudah

Dalam kecelakaan, menit-menit pertama bisa menentukan hidup atau mati. SIJAKA menjadi cara RSKD membalik paradigma lama—bahwa birokrasi tidak boleh menghambat keselamatan.

Inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal empati. SIJAKA memberi ruang bagi korban untuk ditolong tanpa harus memikirkan urusan teknis yang melelahkan. Sebuah model layanan yang menempatkan manusia sebagai pusatnya.

Harapan Menjadi Standar Se-Kaltim

Bagi Rosjidah, SIJAKA bukan hanya program rumah sakit. Ia adalah gambaran masa depan layanan kecelakaan di Kalimantan Timur.

“Kalau bisa, SIJAKA jadi standar layanan kecelakaan di seluruh rumah sakit Kaltim,” harapnya.

Tujuannya sederhana: tidak ada lagi keluarga yang kebingungan di saat mereka paling rapuh. Tidak ada lagi korban kecelakaan yang terhalang administrasi ketika nyawa mereka sedang dipertaruhkan.

Respon Positif dari Pihak Terkait

Kepala Kanwil PT Jasa Raharja Kaltim, Wanda P. Asmoro, memberi dukungan penuh terhadap sistem ini.

“Melalui SIJAKA, kami berharap proses penjaminan bagi korban kecelakaan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.

Motivator dan pendidik nasional, Ary Ginanjar Agustian, juga memberikan apresiasi usai bertemu Rosjidah Rahmawati.

“Ini semua misi mulia yang menjadi kenyataan,” ungkapnya. (sobizz/pra)

 

Tag

MORE