Arus Publik

Samarinda Terkini

Sidak DPRD Ungkap Persoalan IPAL di Mie Gacoan Samarinda, Apa yang Dijanjikan Manajemen?

Jumat, 6 Maret 2026 20:13

SIDAK - DPRD Samarinda saat melakukan sidak pembuangan limbah Mie Gacoan di Jalan Ahmad Yani/Arusbawah.co

Ia mengatakan persoalan yang ditemukan di lapangan adalah air limbah yang masih bercampur dengan minyak dan lemak.

“Yang menjadi PR adalah bagaimana memisahkan antara minyak dan lemak dengan air limbahnya,” katanya.

Menurut Agus, pengelola seharusnya memasang grease trap di area dapur untuk menangkap minyak dan lemak sebelum masuk ke sistem pembuangan. Namun pengelolaan tersebut dinilai belum maksimal.

“Yang mereka sebut IPAL sebenarnya bukan IPAL, lebih seperti kolam penampungan saja,” jelasnya.

Manajemen Diminta Bangun IPAL Baru

Sebagai langkah penanganan sementara, DLH meminta agar penampungan limbah ditutup dan dilakukan penyedotan secara rutin agar tidak lagi mengalir ke saluran drainase.

“Untuk sementara kami sarankan ditutup dan disedot. Jadi tidak boleh ada lagi yang mengalir ke parit-parit,” kata Agus.

DLH juga telah memanggil manajemen pusat Mie Gacoan untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen menyatakan komitmen untuk membangun instalasi pengolahan air limbah yang baru.

“Mereka berkomitmen membangun IPAL baru, tetapi meminta waktu sampai bulan Juni,” ujarnya.

Tiga Gerai di Samarinda Ditemukan Masalah Serupa

Agus menambahkan, persoalan pengelolaan limbah tidak hanya ditemukan di satu lokasi. DLH menemukan indikasi yang hampir sama di dua gerai Mie Gacoan lain yang beroperasi di Samarinda, yakni di Jalan M Yamin, dan Jalan DI Pandjaitan.

“Hampir semua kami temukan hasilnya seperti itu. Yang di DI Pandjaitan hampir sama, dan di M Yamin juga demikian,” ungkapnya.

Ia menambahkan sebelumnya DLH bersama DPRD juga telah melakukan sidak di gerai M Yamin dan meminta pengelola membersihkan saluran drainase di sekitar lokasi.

“Untuk jangka pendek mereka diminta menyedot dan menutup saluran limbah. Sedangkan jangka panjangnya mereka harus membangun IPAL baru,” pungkasnya. (raf)

 

Tag

MORE