"Sehingga dugaan kami ada keterlibatan oknum-oknum pejabat, khususnya bagian umum dan bagian aset,” lanjutnya.
Selain itu, diduga ada kejanggalan jumlah kendaraan.
“Ada dua mobil jenis yang sama, tipe yang sama, di tahun anggaran yang berbeda, tapi yang kelihatan cuma satu mobil,” katanya.
Untuk itu, mereka mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan dan penyewaan kendaraan, termasuk pihak ketiga, turut diperiksa secara menyeluruh.
“Kami meminta pihak-pihak terkait, termasuk pihak ketiga, untuk diperiksa. Karena kami melihat ada dugaan markup anggaran yang tidak wajar,” tegasnya.
Pemkot Akui Ketidakcermatan, Kontrak Diputus dan Kendaraan Dikembalikan
Pemerintah Kota Samarinda mengakui adanya ketidakcermatan dalam kontrak penyewaan kendaraan operasional jenis Land Rover Defender. Wali Kota Andi Harun menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Samarinda minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Samarinda atas kegaduhan yang terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis (16/4/2026) lalu.
Andi Harun menegaskan persoalan ini telah ditangani melalui pemeriksaan Inspektorat dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
“Kami memilih untuk menyerahkan ini ke Inspektorat agar diperiksa secara objektif, meskipun kami sadar risikonya bisa saja ditemukan kesalahan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot telah menginstruksikan penarikan dan pengembalian kendaraan kepada penyedia jasa serta melakukan evaluasi kontrak.
“Kendaraan sudah kami kembalikan, dan kuncinya sudah diserahkan kepada Sekda untuk selanjutnya diproses pengembalian kepada pihak penyedia,” ungkapnya.
Tag



