ARUSBAWAH.CO - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud menemukan persoalan serius saat berkunjung ke dapilnya di Kabupaten Paser.
Saat kedatangannya, yang ia dapati bukan sekadar keluhan rutin soal fasilitas sekolah.
Di Pasir Belengkong, ia melihat sebuah gedung SMA negeri yang sudah berdiri rapi namun kosong dan tak bisa dipakai.
Politikus Partai Golkar itu bercerita, awalnya ia hanya ingin melakukan pengawasan terhadap sejumlah sekolah yang disebut bermasalah.
Syahariah berbincang kepada redaksi Arusbawah.co, kalau beberapa hari terakhir ia memang berkeliling memantau kondisi pendidikan di Kabupaten Paser.
Namun ketika tiba di wilayah Belengkong, perhatiannya justru tertuju pada SMA Negeri 2 Pasir Belengkong yang berlokasi di Desa Laburan, Kecamatan Paser Belengkong.
“Jujur saja, saya sampai mengelus dada,” kata Syahariah saat menghubungi redaksi Arusbawah.co, Ahad malam, (8/2/2026).
Secara fisik, bangunan SMA tersebut tak ada masalah.
Dindingnya masih terlihat baru, ruang-ruangnya siap diisi meja dan kursi serta dengan halaman yang luas.
Pemerintah daerah, kata Syahariah, patut diapresiasi karena sudah membangun fasilitas pendidikan yang layak untuk anak-anak di sana.
Tapi bangunan itu kini tak lagi berfungsi.
“Gedungnya sudah bagus, sudah siap ditempati. Tapi cuma jadi pajangan. Anak-anaknya justru tidak bisa masuk,” ujarnya.
Siswa Numpang Tiga Tahun, Belajar di Ruang Terpisah dan Luar Kelas
Selama tiga tahun terakhir, siswa SMA Negeri 2 Pasir Belengkong terpaksa menumpang di SD 8.
Syahariah mengungkap, kondisi sekolah yang ditumpangi masih jauh dari kata ideal, bahkan ruang belajar yang terpencar.
Ada yang di belakang, lalu harus jalan kaki beberapa meter ke bangunan lain untuk dua ruang tambahan yang dipinjam.
Sebagian siswa bahkan disebut kerap belajar di luar ruangan karena keterbatasan tempat.
“Sudah tiga tahun mereka numpang. Ruangannya sempit dan terpisah-pisah. Itu tidak layak,” kata Syahariah yang juga saudaran kandung dari Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud ini.
Tag



