ARUSBAWAH.CO - Nama Syahariah Mas’ud ikut disebut-sebut dalam bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026–2030.
Isu itu beredar setelah Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras memastikan tak lagi maju pada periode tersebut.
Ketika dikonfirmasi Arusbawah.co lewat telepon, Sabtu, (14/2/2026), anggota Komisi IV DPRD Kaltim itu tak langsung menjawab tegas.
“Cepat-cepat betul beredar ya,” katanya.
Kemudian, ditanya soal benarkah ia akan maju sebagai Ketua KONI Kaltim? Alih-alih menjawab ya atau tidak, politikus Partai Golkar itu memilih cara yang tak biasa.
Ia lalu menyanyikan sepenggal lagu viral milik seleb TikTok yang dikenal bernama Bunda Corla.
“No komen itu sih derita lo, masa bodoh Gak mau tau. Sama seperti lagunya Bunda Corla,” ujarnya, lalu bersenandung, “Ku bukan dokter cinta, bukan dukun cinta, jangan kau tanya-tanya tentang cinta…”
Syahariah: Kursi Ketua KONI Kaltim Bukan Jabatan Ringan
Lebih lanjut, Syahariah mengaku tak pernah membayangkan akan duduk sebagai Ketua KONI Kaltim.
Kata dia, kursi ketua KONI itu bukan sekadar jabatan organisasi olahraga, ada beban besar dan risikonya tak kecil.
“KONI itu kalau sekarang saya membayangkan seram banget ya,” ucapnya.
Ia tak menjelaskan panjang lebar.
Namun ia menyindir sejumlah kasus hukum yang belakangan menjerat pengurus KONI Kaltim masuk ke dalam bui penjara.
Dengan bahasa kiasan, Syahariah menyebut istilah “masuk pesantren”.
“Baru-baru ini kan ada beberapa orang yang masuk pesantren gara-gara KONI. Bahaya tuh,” katanya.
Soroti Pengelolaan Dana KONI yang Bersumber dari Uang Negara
Bagi Syahariah, menjadi Ketua KONI berarti siap memikul tanggung jawab besar, terutama dalam pengelolaan anggaran.
Dana KONI bersumber dari uang negara, kata dia, penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan.
“Jangan cuma mau dibilang ketua, ketua, ketua. Sanggup enggak tanggung jawab?” tegas Syahariah.
Ia menegaskan, dana KONI bukan uang pribadi yang bisa dikelola seenaknya.
“Ini dana-dana KONI bukan dana kita. Makanya saya lebih baik jadi pembisnis daripada ngurusin uangnya orang,” katanya terus terang.
Tanggapi Isu Dinasti dan Kabar Hasanuddin Mas’ud Maju Ketua KONI
Nama Syahariah Mas’ud muncul bukan tanpa alasan.
Selain anggota DPRD, ia juga dikenal sebagai saudara kandung Gubernur Kaltim dan ketua DPRD Kaltim.
Dalam percakapan itu, ia juga menanggapi kabar yang menyebut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud ikut digadang-gadang maju sebagai ketua Koni.
“Itu omongan orang. Orang mau ngomong apa saja, seenak perutnya,” katanya.
Ia memastikan, di lingkup keluarga besarnya tak pernah ada pembicaraan untuk mengambil alih posisi di KONI.
“Jeruk makan jeruk? Enggak ada begitu,” ujarnya.
Syahariah menyadari keluarganya kerap disorot dengan isu dinasti politik.
Ia tak ingin polemik itu melebar ke ranah olahraga.
“Anggota DPRD saja sudah dibilang dinasti. Apalagi kalau semua pegang jabatan lagi. Jadi enggak usah,” katanya.
Lebih jauh, Syahariah mengaku pernah diajak bergabung dalam kepengurusan cabang olahraga.
Tawaran itu ditolaknya, menurut dia, masuk sebagai unsur pimpinan berarti harus totalitas.
“Kalau jadi pimpinan, saya pasti konsen di situ. Harus berjuang betul. Tapi saya enggak bisa, pekerjaan saya banyak,” ujarnya.
Saat ini ia memilih fokus pada tugasnya di Komisi IV DPRD Kaltim, terutama fungsi pengawasan dan kerja-kerja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Saya lebih senang menyentuh masyarakat. Tugas pengawasan itu yang harus saya jalankan,” katanya.
Rusdiansyah Aras Mundur, Musprov KONI Kaltim Digelar Maret 2026
Di pemberitaan Arusbawah.co sebelumnya, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyatakan tak akan maju lagi dalam Musyawarah Provinsi yang dijadwalkan Maret 2026.
Ia mengaku gagal memenuhi target membawa Kaltim masuk lima besar pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatera Utara.
“Sebagai pemimpin, saya ambil tanggung jawab. Kita gagal masuk lima besar,” kata Rusdi beberapa waktu lalu.
Ia membantah mundur karena adanya desakan atau tekanan politik dari pucum pimpinan daerah.
“Saya takut enggak mampu. Itu saja,” ujarnya.
Terkait isu munculnya calon Ketua KONI Kaltim dari unsur politik, Rusdi menegaskan dirinya tidak ingin ikut campur dalam proses pemilihan.
Namun, ia menekankan kriteria utama yang menurutnya harus dimiliki pemimpin KONI ke depan.
“Yang pasti orang olahraga. Harus orang olahraga. Dan mengerti olahraga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Musyawarah Provinsi Musprov KONI Kalimantan Timur dijadwalkan akan digelar pada Maret 2026 mendatang.
(wan)




