"Maka dari itu, pemetaan solusi jangka panjang sangat krusial, baik melalui adopsi teknologi pengolahan sampah modern maupun perluasan kapasitas penampungan," kata Celni.
Bukan Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Perubahan Kebiasaan
Meski teknologi pengolahan sampah modern menjadi salah satu harapan, DPRD menilai penyelesaian masalah sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.
Peran masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.
Pemilahan sampah sejak dari rumah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan limbah dinilai harus berjalan seiring dengan pembangunan fasilitas pengolahan.
Menurut Celni, tanpa perubahan perilaku di tingkat masyarakat, beban pengelolaan sampah akan terus meningkat meskipun infrastruktur baru telah dibangun.
"Edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah masih harus diperkuat secara masif agar sistem pengelolaan di hilir dapat berjalan jauh lebih efektif," tegasnya.
Tantangan SDM Masih Menjadi Perhatian
Selain persoalan anggaran dan teknologi, DPRD juga menyoroti kebutuhan sumber daya manusia di sektor pengelolaan sampah.
Pekerjaan di bidang ini dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi dan membutuhkan tenaga yang terampil serta memiliki daya tahan kerja yang kuat.
Karena itu, penguatan kapasitas petugas lapangan dan manajemen ketenagakerjaan juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan jika proyek PLTSa nantinya direalisasikan.
Tag



