Menurutnya, masih banyak jurusan yang dibuka tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil industri di daerah.
“Harus sesuai kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Ia mendorong adanya sinergi antara sekolah, Dinas Tenaga Kerja, dan berbagai pihak terkait agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap diserap dunia kerja.
Pengangguran Masih Tinggi, Manfaat Pembangunan Belum Merata
Kondisi ini diperparah dengan tingginya angka pengangguran terbuka di Samarinda, meski daerah ini memiliki dukungan anggaran yang cukup besar.
Anhar menilai, perputaran ekonomi dari berbagai proyek pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lokal.
“Tenaga kerja dan material masih banyak dari luar,” ungkapnya.
Harapan DPRD: Pendidikan dan Kebutuhan Kerja Harus Sejalan
DPRD berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil langkah strategis. Mulai dari pemenuhan tenaga pendidik, peningkatan kualitas lulusan, hingga penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal ruang kelas. Ia terhubung langsung dengan masa depan—tentang kesempatan kerja, kesejahteraan, dan bagaimana generasi muda Samarinda bisa berdiri di kotanya sendiri.
Dan selama kebutuhan dasar seperti guru saja belum terpenuhi, pekerjaan itu masih jauh dari selesai. (adv)
Tag



