"Kepastian model pengelolaan ini penting agar pemerintah tahu persis di mana harus menempatkan dukungan, apakah pada penguatan infrastruktur fisik, intervensi promosi, atau pengembangan kapasitas SDM lokal," katanya.
Keterbatasan Anggaran Masih Jadi Tantangan
Rusdi mengakui upaya mengembangkan sektor pariwisata di Samarinda masih menghadapi persoalan klasik, yakni keterbatasan anggaran.
Ia menilai kondisi tersebut membuat program Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) lebih banyak terserap untuk menjalankan kegiatan rutin.
Akibatnya, ruang untuk menghadirkan inovasi maupun mengembangkan destinasi wisata baru menjadi cukup terbatas.
Padahal, menurutnya, pengembangan objek wisata baru berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Inovasi dan pembangunan destinasi baru yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah tidak akan terwujud tanpa dukungan dana yang memadai," tegasnya. (adv)
Tag



