Dari sisi anggaran, pemerintah provinsi memastikan dana Rp 8,5 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk kendaraan dinas akan dialihkan.
Kata Rudy Mas’ud, fokusnya diarahkan ke sektor prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Anggaran Rp8,5 miliar, kata Rudy, akan digunakan untuk mendukung sektor pendidikan, layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, hingga kegiatan sosial.
Pergeseran itu diklaim sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang tengah didorong pemerintah pusat.
Rudy Mas’ud Tetap Pilih Gunakan Mobil Pribadi
Sementara itu, untuk menunjang aktivitas kerja, Rudy Mas'ud mengaku tidak bergantung pada fasilitas kendaraan dinas baru.
Ia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas, termasuk saat turun ke lapangan.
“Kita menggunakan mobil pribadi ya, yang ada ya. Mobil-mobil ke lapangan. Aman, tidak ada masalah,” demikian kata Rudy Mas’ud.
(wan)
Tag



