Kebijakan serupa juga ia sebut akan diterapkan di Balikpapan.
Di kota itu, Riverside Road direncanakan membentang dari kawasan bandara hingga Monumen Perjuangan Rakyat.
Jalur itu disiapkan untuk mengurai kepadatan di Jalan Jenderal Sudirman, terutama pada jam sibuk dan hari libur panjang.
“Balikpapan juga demikian, kami berharap dari bandara keluar sampai ke Monumen dapat bisa memecahkan masalah kemacetan,” imbuh Rudy.
- Profil PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra, Perusahaan Harus Bayar Rp 27 Miliar untuk Perbaikan Fender Jembatan Mahakam
- KSOP dan Pelindo Saling Respons, Siapa Sebenarnya Pegang Kendali Pengawasan Kolong Jembatan?
- Tabrak 2 Fender Jembatan Mahakam, PT Mitra Tujuh Samudra Kontrak Rp27,2 Miliar tapi Hanya Ganti 1
Antisipasi Dampak IKN dan Lonjakan Mobilitas
Pemprov Kaltim sengaja memprioritaskan Samarinda dan Balikpapan karena keduanya menjadi wajah utama provinsi sekaligus kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rudy tegaskan, lonjakan mobilitas akibat pembangunan IKN tidak boleh berujung pada krisis lalu lintas baru di Kalimantan Timur.
“Jangan sampai nanti macetnya Jakarta pindah ke Balikpapan atau ke Kalimantan Timur,” tegasnya.
Tantangan Anggaran dan Target PAD Rp7 Triliun
Namun, ambisi ini terbentur persoalan anggaran.
Kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat realisasi proyek sangat bergantung pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tahun ini, PAD Kaltim ditargetkan mencapai Rp7 triliun.
“Kita tunggu PAD kita berapa dan bisa sesuai target, karena target tahun ini Rp 7 triliun. Mudah-mudahan bisa melampaui daripada Rp 7 triliun itu,” jelas Rudy.
Ia juga mengajak semua pihak ikut terlibat dalam pembangunan.
“Oleh karena itu seluruh masyarakat Kalimantan Timur, para pengusaha, pemerintah daerah, mari kita sama-sama membangun Kaltim,” tambahnya.
Tag



