ARUSBAWAH.CO - Peringatan HUT ke-69 Kalimantan Timur Gubernur Rudy Mas’ud mengumumkan rencana proyek penanganan kemacetan di Kota Samarinda.
Rudy Mas’ud dan Seno Aji tengah menyiapkan pembangunan tepi air (Waterfront) dan jalan tepi sungai (Riverside Road) sebagai jalur alternatif baru, dengan memanfaatkan koridor Sungai Mahakam.
Waterfront dan Riverside Road Masuk Proyek Strategis Pemprov Kaltim
Proyek ini masuk dalam daftar proyek strategis Pemprov Kaltim periode 2025–2029.
Samarinda, fokusnya diarahkan ke kawasan Selili hingga Jembatan Mahkota 2, wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi titik macet harian.
Rudy Mas'ud menilai, pendekatan lama dengan mengandalkan pelebaran jalan darat sudah tidak relevan, karena keterbatasan ruang kota di pusat Samarinda.
“Waterfront itu sebenarnya bagian dari beberapa kegiatan kita, tetapi baru kita planningkan. Mudah-mudahan nanti APBD kita, terutama PAD mampu membangun itu,” kata Rudy usai gelaran Upacara HUT Kaltim ke-69 pada, Jumat (9/1/2025).
Sungai Mahakam Diproyeksikan Jadi Jalur Lalu Lintas Terintegrasi
Menurutnya, proyek Waterfront tidak sekadar membangun ruang publik di tepi sungai.
Konsep yang disiapkan jauh lebih fungsional, yakni menjadikan tepi Sungai Mahakam sebagai jalur lalu lintas terintegrasi.
Sungai Mahakam diposisikan sebagai ruang alternatif untuk memecah beban kendaraan yang selama ini menumpuk di jalan utama kota.
“Kita butuh alternatif untuk memecah kemacetan. Salah satunya dengan memanfaatkan koridor Sungai Mahakam,” kata Rudy.
Rudy Mas’ud menyebut gagasan ini muncul dari realitas lapangan.
Samarinda tumbuh mengikuti alur sungai, sementara ruang daratnya semakin padat oleh permukiman dan aktivitas ekonomi.
Membuka jalan baru di darat berarti berhadapan dengan pembebasan lahan mahal dan potensi konflik sosial.
Sungai Mahakam dinilai menjadi satu-satunya ruang yang masih memungkinkan dikembangkan.




