Materi difokuskan pada kemampuan mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, termasuk henti jantung, henti napas, dan kondisi tersedak.
Selain itu, peserta juga dilatih untuk melakukan langkah respons awal sesuai standar yang berlaku.
Salah satu aspek utama dalam pelatihan ini adalah kemampuan melakukan Resusitasi Jantung Paru dasar serta aktivasi sistem kode biru.
Peserta juga diajarkan pentingnya penilaian awal terhadap kondisi korban, termasuk pemeriksaan kesadaran dan pernapasan.
Dengan keterampilan ini, tenaga non-medis diharapkan mampu memberikan pertolongan awal sebelum tim medis tiba di lokasi.
Pendekatan pelatihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat risiko kerja dan intensitas interaksi dengan pasien.
Hal ini bertujuan agar pelatihan lebih efektif dan tepat sasaran, terutama bagi petugas yang berada di area dengan potensi kejadian darurat yang lebih tinggi.
Evaluasi Kompetensi dan Program Berkelanjutan
Plt Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., M.A.R.S, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas SDM secara menyeluruh.
Tag



