Pelatihan Bantuan Hidup Dasar menjadi fondasi utama dalam membentuk kesiapan tenaga non-medis.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai pengenalan dini kondisi darurat serta kemampuan melakukan respons awal yang sesuai standar.
Peserta dilatih mengenali tanda henti jantung, henti napas, hingga kasus tersedak, serta melakukan tindakan seperti aktivasi kode biru dan Resusitasi Jantung Paru dasar.
Dalam implementasinya, rumah sakit menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat risiko kerja dan intensitas interaksi dengan pasien.
Pendekatan ini memastikan pelatihan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal, terutama di area dengan potensi kejadian darurat yang lebih tinggi.
Tenaga non-medis berperan sebagai first responder dengan melakukan penilaian awal kondisi korban, memastikan keamanan lingkungan, serta segera mengaktifkan sistem kode biru.
Selain itu, mereka juga dapat membantu membuka jalur evakuasi, mengatur kerumunan, hingga melakukan tindakan dasar jika telah memiliki kompetensi.
Peran ini menjadi krusial karena fase awal kejadian sering kali menentukan keselamatan pasien sebelum tim medis mengambil alih.




