ARUSBAWAH.CO - Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Tingginya curah hujan membuat debit sungai meluap hingga merendam permukiman warga dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, bahkan setinggi atap rumah di beberapa desa.
Banjir Terparah di Kabupaten Balangan
Salah satu daerah terdampak paling parah adalah Kabupaten Balangan.
Banjir melanda beberapa kecamatan, yakni Tebing Tinggi, Halong, dan Awayan.
Namun, kondisi terburuk terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong.
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi dalam keterangan media menyebutkan, banjir paling parah terjadi di Desa Juuh, Desa Sungsum, dan Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi.
“Paling parah terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di Desa Juuh, Sungsum, dan Gunung Batu,” ujar AKBP Yulianor Abdi saat meninjau lokasi banjir, Sabtu (27/12/2025).
26 Desa di Kabupaten Banjar Terendam
Banjir juga berdampak signifikan di Kabupaten Banjar.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, banjir merendam 26 desa di lima kecamatan, yaitu Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul, dan Sungai Tabuk.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, melaporkan sebanyak 2.363 rumah terdampak, dengan 6.464 jiwa harus berhadapan dengan genangan air yang bervariasi ketinggiannya.
Hulu Sungai Utara: 33 Desa Terendam
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Banjir dilaporkan merendam 33 desa di enam kecamatan, meliputi Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Haur Gading, Sungai Pandan, Bajang, dan Babirik.
Selain 1.281 rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum, perkantoran, tempat ibadah, sekolah, serta akses jalan sepanjang sekitar lima kilometer.
Jembatan Putus di Tanah Laut, Satu Korban Tewas
Di Kabupaten Tanah Laut, banjir menyebabkan jembatan penghubung Dusun II–III di Desa Martadah Baru putus.
Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menjelaskan korban melintasi jembatan saat kondisi masih gelap menjelang Subuh, tanpa mengetahui jembatan telah amblas akibat banjir.
“Korban terjatuh ke bawah jembatan yang amblas dengan kondisi air dalam,” kata Aspi, dikutip dari Antara, Sabtu (27/12/2025).
Intensitas Hujan Tinggi, Sungai dan Bendungan Siaga Bahaya
Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan mencatat sejumlah bendung seperti Karang Intan, Amandit, Batang Alai, Pitap, dan Karau berada dalam status bahaya, sementara Bendungan Tapin berstatus waspada.
Beberapa sungai besar, termasuk Sungai Martapura, Sungai Amandit, dan Sungai Riam Kanan, juga berada pada level bahaya.
Sungai lain seperti Sungai Barabai, Sungai Nagara, Sungai Balangan, Sungai Maluka, dan Sungai Veteran berstatus siaga.
Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Rifai, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.
“Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir terjadi di sejumlah daerah,” ujar Gusti Rifai. (pra)




