Arus Publik

Rumah Sakit di Samarinda

Relokasi RSJD Atma Husada Mahakam ke Sambutan: Lahan 9,6 Hektare, Pembangunan Fisik Ditargetkan Mulai 2026

Rencana relokasi RSJD Atma Husada Mahakam ke Sambutan

Kamis, 18 Juni 2026 13:17

SAMARINDA - Logo Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam / Foto: rsjdahm.kaltimprov.go.id

ARUSBAWAH.CORumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, satu-satunya rumah sakit khusus kejiwaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, akan segera memiliki gedung baru.

Rencana relokasi dari lokasi lama di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, menuju kawasan Sambutan telah digodok sejak 2023 dan kini memasuki tahap yang semakin konkret menjelang dimulainya pembangunan fisik.

Lahan 9,6 Hektare dan Tahapan Pembangunan hingga 2026

Rencana relokasi RSJD AHM bermula dari kondisi lahan di Jalan Kakap yang dinilai sudah tidak ideal lagi, sementara lokasi baru di Sambutan memiliki luas sekitar 9,6 hektare yang dianggap cukup untuk pengembangan.

Lahan tersebut merupakan milik Pemprov Kaltim, dan pihak provinsi meminta dukungan Pemkot Samarinda untuk mempermudah proses perizinan, termasuk penyesuaian tata ruang karena lokasi tersebut dalam dokumen RTRW 2023 masih masuk kategori area permukiman.

Soal tahapan waktu, rencana awal menyebutkan tahun 2024 akan memasuki tahap detail engineering design (DED), kemudian 2025 mulai pematangan lahan dan pemagaran, sebelum konstruksi bangunan dimulai pada 2026.

Anggaran untuk DED sendiri diperkirakan sekitar Rp 3,5 miliar, sementara total anggaran pembangunan akan ditentukan setelah studi kelayakan selesai.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan menyebutkan bahwa dokumen perencanaan ditargetkan rampung dalam tahun yang sama, sedangkan proyek fisik baru akan dimulai pada 2026.

Seluruh anggaran pembangunan berasal dari APBD Provinsi Kaltim, sementara Pemkot Samarinda hanya membantu dari sisi perizinan.

Gedung Lama Beralih Fungsi, Lokasi Baru Hadirkan Layanan Rehabilitasi Psikososial

Salah satu aspek penting dari rencana ini adalah nasib gedung lama di Jalan Kakap.

Gedung tersebut akan tetap beroperasi, namun dialihfungsikan khusus untuk pelayanan penyandang disabilitas, mengingat lokasinya di tengah kota dinilai lebih memudahkan akses bagi kelompok tersebut.

Sementara itu, pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan masalah kejiwaan (ODMK) akan dipindahkan ke fasilitas baru di Sambutan, yang juga direncanakan mengembangkan layanan rehabilitasi psikososial bagi pasien.

Dukungan dari Pemkot Samarinda terhadap rencana ini cukup konsisten.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus menyambut baik koordinasi yang dilakukan pihak RSJD Atma Husada Mahakam demi kepentingan masyarakat, baik di tingkat kota maupun provinsi.

Menariknya, ada pula perkembangan lain yang sempat muncul terkait opsi lokasi.

Pada April 2024, Direktur RSJD AHM Indah Puspita Sari mengungkapkan adanya usulan lahan seluas 10 hektare di kawasan Sungai Kapih sebagai lokasi baru, dengan pembangunan bertahap yang ditargetkan selesai hingga 2030.

Alasan relokasi ini juga dikaitkan dengan rencana pembangunan terowongan yang akan menghubungkan Jalan Kakap dengan Jalan Sultan Alimuddin di dekat lokasi RSJD saat ini, yang dikhawatirkan mengganggu kenyamanan pasien.

Dengan berbagai tahapan perencanaan yang telah dilalui sejak 2023, proyek relokasi RSJD Atma Husada Mahakam ke Sambutan diharapkan dapat memberikan fasilitas yang lebih layak bagi pasien kejiwaan di Kalimantan Timur, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan jiwa dan disabilitas di Samarinda.(jay)

Tag

MORE