ARUSBAWAH.CO - Data realisasi belanja daerah Kalimantan Timur (Kaltim) per Oktober 2025 di situs APBD Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa pencapaian belanja pemerintah provinsi belum mencapai 70 persen dari total anggaran.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran soal perlambatan ekonomi daerah.
Berdasarkan data resmi, rincian belanja Kaltim hingga Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
- Belanja Pegawai: Rp 3.749,48 miliar, terealisasi Rp 2.282,99 miliar (60,89%)
- Belanja Barang dan Jasa: Rp 4.916,29 miliar, terealisasi Rp 2.280,24 miliar (46,38%)
- Belanja Modal: Rp 4.667,46 miliar, terealisasi Rp 1.324,24 miliar (28,37%)
- Belanja Lainnya: Rp 7.616,77 miliar, terealisasi Rp 4.328,87 miliar (56,83%)
- Belanja Bagi Hasil: Rp 4.663,45 miliar, terealisasi Rp 2.671,55 miliar (57,29%)
- Belanja Bantuan Keuangan: Rp 2.053,25 miliar, terealisasi Rp 1.229,43 miliar (59,88%)
- Belanja Subsidi: Rp 1,76 miliar, terealisasi Rp 0,00 miliar (0%)
- Belanja Hibah: Rp 695,69 miliar, terealisasi Rp 415,01 miliar (59,65%)
- Belanja Bantuan Sosial: Rp 27,66 miliar, terealisasi Rp 12,89 miliar (46,58%)
Sumber: Portal APBD Kemenkeu
Baca juga:
Dari data tersebut, belanja modal menjadi yang paling rendah realisasinya, baru mencapai 28,37 persen dari anggaran.
Tag



