Kas daerah sering disamakan dengan Silpa, padahal fungsi dan sumbernya berbeda.
Kas daerah adalah dana likuid untuk menjamin pembiayaan awal tahun, sedangkan Silpa merupakan sisa anggaran dari kegiatan yang tidak terealisasi dalam satu tahun anggaran.
“Kita harus bedakan. Kas daerah ini memang disiapkan untuk menjamin pembiayaan di awal tahun, bukan karena anggaran tidak terserap,” kata Rudy.
Serapan Pendapatan 2025 Tak Maksimal
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengakui bahwa serapan pendapatan daerah sepanjang 2025 tidak mencapai 100 persen.
Ia menyebut realisasinya hanya sekitar 90 persen, dan ada komponen pendapatan yang belum masuk.
“Iya ada yang enggak sampai, PAD kita hanya ada kekurangan sedikit. Jadi PAD tidak masalah tapi pendapatan transfer yang besar. Yang belum tersalur. Jadi nanti akan disalurkan di 2026. Jadi Silpa kita hanya sedikitlah nanti ini,” ujarnya.
Ketergantungan Pendapatan Transfer Jadi Perhatian
Pernyataan ini menunjukkan bahwa persoalan utama keuangan Kaltim bukan pada kemampuan daerah mengumpulkan PAD, melainkan tingginya ketergantungan pada pendapatan transfer dari pusat.
Ketika transfer tersebut tertahan, kas daerah menjadi satu-satunya bantalan untuk membayar kewajiban rutin.
Tag



