Selain sektor kesehatan dan pendidikan, Wali Kota Balikpapan juga memastikan bahwa penanganan banjir tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, isu banjir merupakan kebutuhan mendesak yang harus terus ditangani agar kenyamanan warga tetap terjaga.
“Penanganan banjir itu termasuk dalam program prioritas. Mungkin ada dampak dari pengurangan anggaran, tapi tidak akan signifikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rahmad menyebutkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan tergolong tinggi dan cukup kuat untuk menopang keberlanjutan pembangunan.
Pada tahun 2025, PAD Balikpapan ditargetkan mencapai Rp1,35 triliun, dan naik menjadi Rp1,55 triliun pada 2026.
Dengan proyeksi tersebut, ia optimistis Pemkot Balikpapan mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus melanjutkan pembangunan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting, kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir harus tetap berjalan. Itu komitmen kami,” pungkasnya. (adv)
Tag



