Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat lahirnya kepemimpinan daerah yang lebih terbuka, kompetitif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Seruan Penguatan Demokrasi Konstitusional
Melalui sikap akademik ini, PUSDIKSI menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan checks and balances, perluasan partisipasi publik bermakna, hingga reformasi kebijakan hubungan pusat dan daerah.
PUSDIKSI juga mendorong kebijakan transfer keuangan daerah yang lebih adil serta reformasi tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Selain itu, PUSDIKSI mengajak perguruan tinggi, media, dan masyarakat sipil untuk terus berperan aktif dalam mengawal demokrasi konstitusional.
“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui kajian akademik, pendidikan publik, dan penguatan literasi demokrasi,” tutup Harry Setya Nugraha. (pra)
- Setelah Antar Surat Peringatan ke Tujuh Fraksi, Aliansi Rakyat Kaltim: Jangan Berpikir Untuk Menyudahi Apa Yang Dijanjikan Kemarin
- Jawab Kritik Castro Soal Konsultasi ke Kemendagri, Politisi Golkar Sarkowi: Kalau Tidak Ada Titik Temu, Ya Ke Mana Lagi?
- Pertumbuhan Ekonomi 5 Provinsi di Kalimantan Triwulan I-2026: Kaltim Paling Buncit, Kalsel - Kalbar Melaju Kencang
Tag




