ARUSBAWAH.CO - Proyek pembangunan fender pelindung pilar Jembatan Mahakam IV di Sungai Mahakam, Samarinda, kembali diterpa insiden, pada Minggu (8/3/2026).
Struktur pelindung yang sedang dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp27 miliar itu ditabrak kapal pengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO).
Sejumlah tiang pancang yang sudah dipasang dilaporkan roboh dan tenggelam ke dasar sungai.
Insiden itu terjadi ketika proyek masih dalam tahap pemancangan tiang oleh kontraktor PT Naviri Multi Konstruksi.
Pekerjaan itu merupakan bagian dari proyek Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam yang dikerjakan di bawah pengawasan konsultan PT Awefendi Geostruk Indonesia.
Insiden Lama Jadi Awal Proyek Perbaikan Fender
Ironisnya, proyek itu sebenarnya lahir dari insiden serupa yang terjadi sebelumnya.
Pada 16 Februari 2025 lalu, kapal milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra menabrak dua fender pelindung pilar jembatan hingga roboh dan tenggelam ke dasar Sungai Mahakam.
Perusahaan itu kemudian menyatakan bertanggung jawab dan bersedia membangun ulang struktur pelindung tersebut.
Namun sebelum pekerjaan rampung, benturan kapal pengangkut minyak mentah pada 8 Maret kembali menabrak fender pelindung jembatan mahakam IV.
Spesifikasi Fender Jembatan Mahakam IV
Secara teknis, fender yang sedang dibangun dirancang cukup masif.
Struktur pelindung itu menggunakan 12 titik tiang pancang baja dengan diameter 1.100 milimeter, ketebalan 22 milimeter, dan panjang tiang mencapai 60 meter dari dasar sungai.
Fungsinya menahan benturan kapal agar tidak langsung menghantam pilar jembatan.
Material proyek diproduksi di lokasi fabrikasi yang ditempatkan di area samping Hotel Harris Samarinda, agar lebih dekat dengan titik pemasangan di bawah jembatan.
Metode pengerjaan dilakukan di atas air.
Pemancangan dimulai dari bagian tengah sungai lalu bergerak menuju daratan.
Tag



