ARUSBAWAH.CO - Nama Low Tuck Kwong, konglomerat dan pendiri Bayan Resources, kembali menjadi sorotan setelah berhasil memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Lukisan yang berjudul "Kuat dan Energik Laksana Kuda Api" ini berhasil ditebus senilai Rp 6,5 miliar dalam acara lelang perayaan Tahun Baru Imlek Partai Demokrat 2026 di Djakarta Theatre, Jakarta.
Low Tuck Kwong dan Dominasi Industri Batu Bara Kaltim
Low Tuck Kwong dikenal luas sebagai salah satu pengusaha batu bara terbesar Indonesia dengan basis operasi di Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui Bayan Resources, Low telah mengembangkan sektor pertambangan batu bara nasional dengan produksi jutaan ton per tahun, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
Aktivitas bisnisnya tidak hanya berfokus pada energi, tetapi juga menekankan tanggung jawab sosial melalui berbagai program filantropi.
Filosofi Lukisan SBY dan Dampak Sosial
Keikutsertaan Low Tuck Kwong dalam lelang lukisan SBY ini menarik perhatian publik karena lukisan tersebut tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat filosofi.
Karya "Kuda Api" menggambarkan energi, tekad, dan kekuatan, dengan latar biru yang melambangkan kedamaian, mencerminkan harapan SBY untuk masa depan Indonesia yang progresif dan harmonis.
Menurut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hasil lelang akan disalurkan untuk kegiatan sosial, termasuk membantu masyarakat prasejahtera dan korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran Low Tuck Kwong tidak hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga kolektor seni yang peduli terhadap program sosial kemasyarakatan.
Selain dikenal melalui dunia seni, Low Tuck Kwong terus memperkuat posisi Bayan Resources di sektor batu bara, dengan operasi utama berada di Kaltim yang menjadi tulang punggung produksi energi nasional.
Menangnya Low dalam lelang lukisan SBY menjadi bukti bahwa konglomerat batu bara Kaltim ini tidak hanya berpengaruh di dunia bisnis, tetapi juga di ranah budaya dan filantropi. (pra)
- WALHI Desak RUU Daerah Kepulauan Tak Jadi Payung Baru Ketidakadilan Sosial-Ekologis
- Terumbu Karang Kaltim 128 Ribu Hektare: Surga CTI yang Terancam Kapal Kandas dan Krisis Iklim
- KIKA Geram: Ketua BEM UGM Diteror, Kritik Tak Boleh Dibungkam
- Laporan Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: 80 Persen Jurnalis Pernah Lakukan Swasensor




